Penyalahgunaan Narkotika

Sidang Putusan Ibu yang Sembunyikan Sabu di Balik Pohon Pisang Ini Ditunda

Terdakwa kasus narkotika atas nama Bariah kembali harap-harap cemas, menunggu putusan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jambi.

Sidang Putusan Ibu yang Sembunyikan Sabu di Balik Pohon Pisang Ini Ditunda
TRIBUN JAMBI/MAREZA SUTAN AJ

Lapora wartawan Tribunjambi.com Mareza Sutan A J

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Terdakwa kasus narkotika atas nama Bariah kembali harap-harap cemas, menunggu putusan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jambi. Pasalnya, putusan yang rencananya dibacakan pada sidang yang digelar Selasa (28/8/18), harus ditunda Kamis (30/8/18) besok.

Hal tersebut disampaikan ketua majelis hakim, Franciscus Arkadeus Ruwe di persidangan.

"Sidang putusan atas terdakwa Bariah ditunda hingga Kamis, 30 Agustus 2018 mendatang, karena majelis hakim harus menyiapkan berkas putusan," kata dia di persidangan.

Baca: Pemkab Tanjab Barat Serius Perangi Narkoba

Terpisah, Penasihat Hukum (PH) terdakwa, Rita berharap agar majelis hakim memberi keringanan hukuman kepada terdakwa.

"Iya, kalau bisa diringankanlah. Karena kasian juga melihatnya, baca saja tidak bisa. Yang punya sabu saja tidak tahu di mana sekarang," jelasnya.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Jambi, Yusmawati menuntutnya dengan pidana penjara selama 12 tahun dan denda Rp 1 miliar dengan subsider 6 bulan penjara. Dia dituntut dengan pasal pasal 112 Ayat (2) UU RI No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Seperti yang telah diinformasikan, Bariah dan Andi (berkas terpisah) didakwa di PN Jambi setelah kedapatan menyembunyikan sabu di balik pohon pisang. Sabu tersebut dititipkan Wani (DPO).

Untuk diketahui, Bariah diciduk di rumahnya bersama dengan anaknya, Andi pada Kamis (1/3/18). Dari penggeledahan anggota Polda Jambi, mereka menyita ponsel milik terdakwa dan Andi. Selain itu, mereka juga mengamankan barang bukti berupa satu kotak ponsel warna putih yang di dalamnya ada dua pirek kaca dan satu korek api gas (mancis).

Baca: RSUD Tanjabtim Tak Bisa Layani Pasien BPJS Kesehatan pada Poli Mata dan Anak, Ini Masalahnya

Baca: Lalui Jalan Setapak 5 KM untuk Padamkan 4 Ha Lahan Terbakar dengan Pompa Punggung

Setelah dilakukan interogasi, terdakwa dan Andi mengakui menyembunyikan narkotika itu di pohon pisang di belakang rumahnya.

Di sana ditemukan satu kantong plastik bening berisi 30 bungkus plastik bening berisi narkotika jenis sabu. Total berat sabu yang didapati dari terdakwa sebanyak 133,75 gram.

Keduanya mengaku sudah lima kali dititipi Wani barang haram tersebut. Setiap kali menitip, dia membayar upah sebesar Rp 50 ribu kepada mereka.

Baca: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muarojambi Gelar Acara Untuk Wujudkan Anak TK Berkreativitas

Baca: Anji Ungkap Project-nya Kedepan, dari Rilis Lagu Bersama Astrid Hingga Reuni Bareng Drive

Baca: Masa Penahanan M Hafiz Cs Diperpanjang, Ini Alasannya

Penulis: Mareza
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved