Dianggap Daerah Dingin, Dua Kecamatan di Merangin Ini, Bebas DBD
Untuk itu, sebelum mewabahnya penyakit yang dibawa nyamuk tersebut, masyarakat dihimbau untuk memperhatikan kebersihan lingkungan.
Penulis: Muzakkir | Editor: Deni Satria Budi
Laporan Wartawan Tribun Jambi, Muzakkir
TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO - Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang mematikan. Jika penderita tidak cepat ditangani oleh tim medis, bisa-bisa nyawa penderitanya tidak tertolongkan.
Untuk itu, sebelum mewabahnya penyakit yang dibawa nyamuk tersebut, masyarakat dihimbau untuk memperhatikan kebersihan lingkungan.
Baca: Satu Anak Meninggal Dunia, Kasus DBD di Merangin Meningkat
Di Kabupaten Merangin, penyakit ini semakin mengkhawatirkan. Dari tahun sebelumnya, ditahun 2018 ini angka penderita DBD meningkat drastis.
Data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Merangin, per Juli lalu jumlah penderita DBD sebanyak 95 kasus, sementara ditahun sebelumnya jumlah kasus DBD hanya 71 kasus.
Baca: Leukimia Sering Ditemukan di Anak, Gejalanya Mirip DBD, Segera Bawa ke Dokter Jika Mengalami
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Merangin Solahudin mengatakan, dari 24 kecamatan yang ada di Merangin, hanya dua kecamatan yang tidak dikatakan rawan BDB, yaitu Kecamatan Jangkat dan daerah Lembah Masurai.
Kata Solahudin, disana kondisi cuaca sangat dingin sehingga nyamuk sulit untuk berkembang biak. Sementara dikecamatan lain hampir merata rawan kasus DBD.
Baca: Waspada, 4 Desa di Muarojambi Ini Endemik DBD
"Nyamuk tidak suka ditempat yang terlalu dingin," tutupnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/06062016-kebun-stroberi-di-jangkat_20160606_234541.jpg)