Ini Penyebab Suara Dentuman Menggelegar di Langit Pekanbaru yang Bikin Warga Terkejut

Suara dentuman tersebut tidak hanya didengarkan warga Pekanbaru. Tetapi juga sampai ke wilayah Kabupaten Kampar yang berbatasan dengan Pekanbaru.

Ini Penyebab Suara Dentuman Menggelegar di Langit Pekanbaru yang Bikin Warga Terkejut
(dok.Pentak Lanud Rsn Pekanbaru)
Pesawat Tempur F-16 TNI AU Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru melaksanakan latihan beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJAMBI.COM, PEKANBARU - Senin (27/8) pagi, warga Kota Pekanbaru, Riau, dikagetkan dengan suara dentuman keras menggelegar di udara. Suara menggelegar itu pun, membuat warga bertanya-tanya.

Rizky Amanda (26), warga Kecamatan Tampan, mengaku terkejut mendengar suara dentuman tersebut.

"Saya sedang sarapan tadi pagi, tiba-tiba ada suara ledakan atau dentuman menggetarkan rumah saya. Cuma sekali ledakan. Tapi saya gak tahu itu entah ledakan apa dan apa yang meledak," ungkap Rizky, Senin.

Baca: Terkenal Sejak Abad ke-7, Memotret Masa Lampau dan Menatap Masa Depan Sungai Batanghari

Untuk mencari tahu sumber suara itu, dia mengaku keluar rumah dan menanyakan kepada tetangganya.

"Namun warga juga tidak tahu itu suara apa. Memang suaranya keras sekali," ujar Rizky.

Suara dentuman tersebut tidak hanya didengarkan warga Pekanbaru. Tetapi juga sampai ke wilayah Kabupaten Kampar yang berbatasan dengan Pekanbaru.

Baca: 7 Pesawat Tempur yang Memiliki Kecepatan Super, Ada yang Sampai 7 ribu Km/h

"Ya, saya dengar juga suara itu keras sekali. Saya waktu itu sedang di jalan dari Kampar ke Pekanbaru. Saya kira itu petir," jawab Ujang, salah satu warga Kampar yang dihubungi Kompas.com.

Sementara itu, berdasarkan penelusuran Kompas.com, dentuman itu merupakan suara kecepatan pesawat supersonik atau dikenal Sonic Boom.

Baca: Putra Kerinci Fardinal Bukukan 2.000 Jam Terbang, Sukses jadi Pilot Pesawat Tempur

Hal itu disampaikan Kapentak Lanud Roesmin Nurjadin (Rsn) Pekanbaru, Mayor Sus Rindar Arifianto.

"Ya, dapat kami sampaikan, tadi ada pesawat tempur F-16 melakukan test flight setelah perawatan pesawat," ungkap Rindar, Senin.

Baca: Aksi Beberapa Pria Berseragam Viral Lakukan Pemalakan, Pemilik Toko Beringas Ini Toko Saya!

Dia mengatakan, salah satu prosedur test flight adalah manuver yang mengharuskan masuk kecepatan suara (supersonik). Namun, dia menyatakan bahwa prosedur kecepatan suara dilakukan dari ketinggian 40.000 kaki dari permukaan bumi.

"Prosedurnya dilaksanakan di ketinggian yang aman dan sesuai standar. Jadi suara yang terdengar itu merupakan shock wave pesawat yang termasuk kecepatan suara," jelas Rindar.

Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved