5 Penyakit yang Buat Kelompok Peternak Kambing Gagal, "Kudis Kutil Kurap Kuman Kusta"

Ada beberapa penyakit yang membuat kelompok tani gagal, penyakit Kudis (kurang disiplin), Kutil (kurang teliti), Kurap (kurang rapi).

5 Penyakit yang Buat Kelompok Peternak Kambing Gagal,
tribunjambi/darwin
Pemerintah Desa Jati Emas melakukan pelatihan pengembangan kelompok peternak kambing. 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Darwin Sijabat

TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL - Meningkatkan kualitas peternak, Pemerintah Desa Jati Emas melakukan pelatihan pengembangan kelompok peternak kambing.

Muholid, Kepala Desa Jati Emas, Kecamatan Bram Itam mengatakan hal ini merupakan tindak lanjut dari bantuan yang pernah diperoleh kelompok tani. Oleh karena itu dibutuhkan suatu metode dalam pengembangannya.

"Untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) terutama peternak kambing. Sebab apabila hanya diberikan ternaknya tetapi SDM-nya tidak dibekali maka akan percuma," ujarnya, Senin (27/8).

Muholid juga mengatakan hal ini merupakan upaya dalam meningkatkan peternakan di Tanjab Barat, khususnya di Desa Jati Emas.

Bantuan tersebut diterima Pemerintah Provinsi Jambi melalui Dinas Ketahanan Pangan pada Desember 2017. Bantuan tersebut yaitu kambing 66 ekor, ayam kampung 660 ekor, bebek 660 ekor, sayuran, dan buah.

Khusus untuk kambing, Muholid mengatakan saat ini sudah mulai berkembang menjadi 76 ekor. Dengan demikian ternak akan semakin berkembang dan mensejahterakan masyarakat.

Pemateri yang dihadirkan dari Balai Penyuluhan Kecamatan dan dokter hewan dari Dinas Perkebunan dan Peternakan Tanjab Barat.

Diawali dengan ramah tamah, kemudian masuk dalam materi. Dimana dalam mengawali materi dengan menjelaskan tentang kelompok tani dan komponennya.

John Romeifa, Kepala Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Bram Itam, juga menjelaskan dinamika kelompok tani. Untuk itu, dalam kelompok tani harus menghindari beberapa penyakit.

"Dalam kelompok tani harus dihindari penyakit Kudis (kurang disiplin), Kutil (kurang teliti), Kurap (kurang rapi), Kuman (kurang mandiri) dan Kusta (kurang usaha tinggi angan-angan)," ujarnya.

Selain itu, dia juga menyampaikan kepada peternak untuk tergabung dalam sistem informasi penyuluhan (simlu). Sebab hal tersebut akan digunakan syarat dalam perencanaan untuk mendapatkan bantuan.

Penulis: Darwin
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved