27,5 Ton Bibit Padi Dibagi, Petani di Mersam dan Muaro Sebo Ulu Tak Kebagian

Sebanyak 27,5 ton benih padi tahun ini diterima Dinas Tanaman Pangan dan Holti Kultura Batanghari.

27,5 Ton Bibit Padi Dibagi, Petani di Mersam dan Muaro Sebo Ulu Tak Kebagian
Tribun Jambi/Abdullah Usman
Seorang petani di Batanghari menunggu tanaman padinya dari serangan hama. 

Laporan Wartawan Tribun Jambi Abdullah Usman

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BULIAN - Sebanyak 27,5 ton benih padi tahun ini diterima Dinas Tanaman Pangan dan Holti Kultura Batanghari, meski demikian jumlah tersebut masih belum cukup untuk dibagikan pada petani.

Bantuan benih padi untuk sawah, yang diterima petani setiap tahunnya mengalami perubahan. Meski demimian untuk tahun ini masih ada beberapa petani yang berada di kecamatan yang tidak mendapatkan bantuan benih padi dari Pemda.

"Tahun ini kita mendapatkan bantuan bibit lebih kurang 27,5 ton dari pemerintah, namun jumlah tersebut belum mampu mencukupi untuk para petani yang berada di delapan kecamatan di Batanghari," ujar Kabid Ketahanan Pangan Batanghari Alpian, Senin (27/8).

Dari delapan kecamatan, ada dua kecamatan yang tidak kebagian bantuan benih, yaitu Kecamatan Mersam dan Kecamatan Muaro Sebo Ulu (MSU). 

"Untuk Kecamatan Bajubang memang tidak ada bantuan benih," tambah Alpian.

Bantuan Benih padi 27,5 ton tersebut untuk lahan 1100 Ha, yang tersebar di lima kecamatan di Batanghari, di antaranya Muarao Sebo Ilir (MSI), Pemayung, Bathin XXIV, Tembesi, dan Muara Bulian.

"Untuk benih tersebut sudah direalisasikan semua, dengan anggaran dari APBD sebesar Rp 302.225 ribu. Dengan targetnya 5 ton per hektar," jelasnya.

Lebih lanjut Alpian mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan benih di setiap kecamatan, cara yang bisa dilakukan adalah dengan menambah usulan kuota benih sebesar lima ton lagi.

Berkaca dari permasalahan tahun sebelumnnya, banyak petani yang enggan menggunakan bibit dari pemerintah karena kurangnya sosialisasi ke masyarakat. Dimana benih yang dibagikan ke kelompok tani tersebut banyak yang tidak sesuai dengan kondisi wilayah mereka, sehingga hasil pertanian tersebut tidak memuaskan.

Berkaca dari hal itu, sebelum bibit benih dibagikan ke petani terlebih dahulu Dinas Berkoordinasi dengan petani untuk menyesuaikan jenis padi apa yang mereka butuhkan agar sesuai dengan kondisi tempat mereka.

"Alhamdulillah dengan adanya pengertian tersebut tidak ada lagi keluhan terkait bibit yang tidak sesuai atau lainnya," pungkasnya. 

Penulis: Abdullah Usman
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved