1952, Ramalan Sultan HB IX di Tengah Laut, akan Ada Bencana ''Persekutuan'' di Indonesia

Di ujung haluan itu tampak Sri Sultan HB IX termenung-menung sambil menatap ke depan seakan sedang berkomunikasi dengan Nyi Rara Kidul.

Bung Karno dan Sultan HB IX. (Kompas.com) 

“Saat-saat yang penuh bahaya dan kesukaran berada di depan kita,” ujar Sultan HB IX, seperti terulis dalam buku bertajuk Tahta Untuk Rakyat Celah-Celah Kehidupan Sultan Hamengku Buwono IX.

Yang dimaksud Sultan adalah tidak lama lagi akan terjadi “persekutuan” dengan PKI.

"Persekutuan" itu menurut Sultan merupakan pertanda bencana bagi Indonesia.

Sebagai salah satu tokoh yang berperan dalam penumpasan pemberontakan PKI di Madiun (1948), Sultan HB IX jelas-jelas menentang PKI.

Maka ketika Mayjen Soeharto sebagai Pangkostrad berinisiatif melakukan penumpasan G30S PKI, Sultan HB IX termasuk yang turut memberi dukungan.

Sultan HB IX di masa revolusi.
Sultan HB IX di masa revolusi. ()

Apalagi baik Soeharto dan Sultan HB IX sudah sering bertemu di Keraton Yogyakarta dalam rangka mengkoordinir Serangan Umum 1 Maret 1949 di Yogyakarta dan kemudian berhasil secara gemilang.

Ketika Presiden Soeharto menjadi Presiden RI yang ke-2, Sultan HB IX pun dengan senang hati menjabat Wakil Presiden (1973-1978).

Niat Sultan HB IX itu adalah sebagai wujud dukungan penuh kepada Soeharto yang sudah sangat dikenalnya dan secara militer pernah sukses menumpas G30S/PKI. (intisari online)

Baca: Anggota Kopassus Nyamar Jadi Pedagang Durian di Daerah Lawan, Ditantang Kecoh Patroli TNI

Baca: Misi Rahasia Benny di Kalimantan Utara, 1 Orang Ditahan, Pasukan Elite Inggris Kabur

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved