Breaking News:

1952, Ramalan Sultan HB IX di Tengah Laut, akan Ada Bencana ''Persekutuan'' di Indonesia

Di ujung haluan itu tampak Sri Sultan HB IX termenung-menung sambil menatap ke depan seakan sedang berkomunikasi dengan Nyi Rara Kidul.

Bung Karno dan Sultan HB IX. (Kompas.com) 

TRIBUNJAMBI.COM - Peristiwa ini terjadi sekira 66 tahun lalu, saat Sultan Hamengku Buwono IX berada di atas kapal perusak ALRI Gadjah Mada, di Laut Jawa.

Saat itu, Sultan HB IX seakan-akan berkomunikasi dengan laut. Kemudian dia mengungkapkan hal yang seperti ramalan masa depan Indonesia.

Pada 23 Mei 1952, pada hari ulang ke-32 berdirinya PKI, DN Aidit yang telah menyerang "Republik Soekarno-Hatta" sejak peristiwa PKI Madiun pada 1948, menciptakan slogan baru “Hidup Sukarno! Hidup PKI!”

Cara itu dalam upaya mempengaruhi agar Bung Karno mau bersekutu dengan PKI.

Sebagai Presiden RI yang harus menjalin kerja sama dengan semua partai, hubungan Bung Karno dan PKI memang tampak akrab.

Demikian pula relasi Bung Karno dengan negara-negara komunis seperti Rusia dan China, juga terkesan sangat dekat.

Baca: Ketika Rencana Hebat Belanda Membunuh Soekarno Gagal Total, Bikin Kolonel Van Langen Frustasi

Baca: Blak-blakan Ajudan Soekarno: Bung Karno Dikibuli Soeharto!

Baca: Kisah Aki Mobil Bung Karno Hilang Lalu Fatmawati Turun Mencari, Sopir Berkeringat Dingin

Apalagi pada 1960-an, Indonesia membutuhkan banyak senjata yang harus dibeli dari Rusia untuk misi tempur membebaskan Irian Barat dari tangan Belanda.

Mau tak mau hubungan diplomatik antara Rusia dan Indonesia harus dekat sehingga AS sampai mencurigai Indonesia lebih condong ngeblok ke negara-negara komunis.

Lima hari setelah peringatan hari jadi PKI yang ke-32, pasangan Soekarno-Hatta, Sultan HB IX yang saat itu menjabat sebagai Menteri Pertahanan beserta sejumlah pimpinan Indonesia lainnya berada di kapal perusak ALRI Gadjah Mada. Mereka menyaksikan latihan perang di Laut Jawa.

Ikut juga dalam kapal perang Gadjah Mada wartawan kawakan asal AS dari kantor berita United Press, Arnold C Brackman, yang biasa meliput kondisi Indonesia dari masa revolusi hingga kemerdekaan.

Jenderal Belanda dan Sri Sultan HB IX
Jenderal Belanda dan Sri Sultan HB IX (Kolase/Ist)
Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved