Henry: yang Miliki Ide Merambah TNKS adalah Awal dan Deri

Henry David Oliver, menyebut jika inisiator kasus dugaan perambahan hutan TNKS adalah Awal dan Deri.

Henry: yang Miliki Ide Merambah TNKS adalah Awal dan Deri
Tribun Jambi/Mareza Sutan AJ
Ahmad Azhari dan tiga terdakwa lainnya menjalani proses persidangan di Pengadilan Negeri Jambi. 

Laporan Wartawan Tribunjambi.com, Mareza Sutan A J

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Koordinator tim advokasi HAP, Henry David Oliver, dalam legal opinion yang disampaikan dalam persidangan terduga Ahmad Azhari Cs, menyebut jika inisiator kasus dugaan perambahan hutan TNKS adalah Awal dan Deri.

"Dalam persidangan terungkap bahwa, orang yang memilki ide (inisiator) untuk membuka lahan atau merambah di wilayah kawasan hutan TNKS adalah Awal dan Deri. Hal ini terungkap dalam persidangan, bahwa pertemuan, rapat, atau pemufkatan jahat untuk merambah di Kawasan Hutan TNKS dilakukan di rumah Deri sebanyak tiga kali dan di rumah Awal sebanyak satu kali. Awal dan Deri juga yang menentukan waktu serta tempat perambahan kawasan Hutan TNKS. Mereka juga mengoraganisir orang lain, memberikan perintah kepada orang lain untuk merambah kawasan hutan TNKS," jelasnya.

Henry menyayangkan, hingga saat ini Awal dan Deri tidak pernah ditangkap dan tidak pernah diproses secara hukum oleh aparat kepolisian.

Ditambahkannya, saksi Indra Jaya, Maardi dan Abu Hasyim (saksi mahkota) juga memberikan keterangan jika Azhari tidak pernah memberikan perintah atau instruksi kepada ketiganya.

Dia juga menyebutkan, Azhari tidak pernah merekrut dan mengoranganisir orang lain untuk merambah kawasan hutan TNKS;

"Berdasarkan kesaksian Indra Jaya dan Maardi, bahwa Abu Hasyim yang mengajak mereka untuk membuka lahan atau merambah hutan di kawasan TNKS adalah Abu Hasyim, yang merupakan mayarakat adat Sarampas (warga Desa Renah Alai) dan bukan Ahmad Azhari," kata dia.

Dia melanjutkan, berdasarkan keterangan Maardi dan Indra Jaya, Ahmad Azhari merupakan pihak yang dimintai pendapatnya untuk penyelesaian konfik yang terjadi antara masyarakat Desa Renah Alai (masyarakat adat Sarampas) dengan Abu Hasyim.

"Azhari selaku ketua organisasi petani di Merangin siap bertanggung jawab untuk melakukan penyelesaian konflik yang terjadi tersebut," ujarnya.

Untuk diketahui, kasus ini menjerat empat orang sebagai terdakwa. Di antaranya, Ahmad Azhari, ketua SPI Merangin, Abu Hasyim, Maardi, dan Indra Jaya. Mereka diduga melakukan perambahan hutan di wilayah TNKS pada Januari 2018 lalu.

Penulis: Mareza
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved