Ketika Suporter Jepang Punguti Puntung Rokok di SUGBK Senayan, Ingin Selalu Beri Kesan Baik

Setelah sebelumnya mereka melakukan aksi bersih-bersih di stadion dalam gelaran pesta sepakbola World Cup 2018 di Rusia

Twitter/motikatrok
Suporter Jepang. 

Namun, jika kita kebingungan arah dan menegur mereka untuk bertanya maka tampaklah perbedaannya dengan yang biasa dirasakan di kota-kota sibuk Indonesia.

Cukup dengan kata sumimasen yang artinya maaf atau permisi, maka siapa pun orangnya pasti segera tersigap, berhenti dari kegiatan mereka, dan berfokus pada pertanyaan yang hendak kita katakan.

Orang-orang tua biasanya lebih ramah lagi. Pernah saya dan keluarga hendak mengunjungi Tokyo Camii Mosque, masjid tertua di Jepang untuk salat Jumat di sana.

Ruang ganti Timnas Jepang di Piala Dunia 2018 lalu, terlihat bersih walau pulang dengan kekalahan
Ruang ganti Timnas Jepang di Piala Dunia 2018 lalu, terlihat bersih walau pulang dengan kekalahan (mashable.com)

Ketika kami tampak kebingungan melihat peta petunjuk arah, tiba-tiba ada nenek yang sedang lewat di kejauhan setengah berteriak menyapa kami, “Mosque?” katanya.

Tanpa diminta dia menghampiri dan menjelaskan arah dengan bahasa Jepang.

Sopan santun khas Jepang

Penduduk asli Jepang memiliki adab kesantunan yang khas.

Misalnya, dalam memperhatikan orang asing. Tidak sopan bagi mereka menatap orang asing secara langsung.

Jadi, walaupun penasaran, mereka hanya akan mencuri-curi lihat dari sudut mata.

Hal ini juga berlaku terhadap orang-orang yang berkebutuhan khusus, seperti cacat fisik atau cacat mental.

Halaman
1234
Editor: ekoprasetyo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved