Breaking News:

Kisah Angkatan Udara Indonesia Merampas Pangkalan Udara Jepang Hingga Jadi Basis Kekuatan TNI AU

Setelah berhasil dikuasai, para perintis angkatan udara memperbaiki pangkalan udara beserta sejumlah pesawat dan unsur penerbangan

Ilustrasi Pangkalan Udara 

Setelah serangan ini, tiga perintis angkatan udara Indonesia meninggal dunia, yakni Agustinus Adisucipto, Abdulrachman Saleh dan Adisoemarmo Wiryokusumo.

Selanjutnya tanggal 17 Oktober 1947, angkatan udara Indonesia memblokade Belanda melalui udara di Kalimantan melalui Operasi Lintas Udara.

Operasi itu hanya dilakukan oleh 13 orang pasukan payung.

Angkatan udara Indonesia juga merebut sejumlah stasiun perhubungan udara di sejumlah kota di Indonesia.

Setelah berhasil dikuasai, mereka menggunakan stasiun perhubungan udara itu sebagai alat komunikasi dengan satuan di daerah lain sekaligus memberitakan kemerdekaan Republik Indonesia ke penjuru dunia.

Tanggal 5 Oktober 1945, pemerintah RI mengeluarkan maklumat pembentukan tentara kebangsaan yang diberi nama Tentara Keamanan Rakyat (TKR) dengan pimpinan tertinggi Supriyadi dan Kepala Staf Umum Mayor Oerip Soemohardjo, yang berkedudukan di Yogyakarta.

BKR Oedara pun berubah menjadi TKR Jawatan Penerbangan.

Dalam perkembangannya, TKR Jawatan Penerbangan berubah nama menjadi Tentara Republik Indonesia Angkatan Udara.

Alutsista dari Masa ke Masa

Sepanjang era 1950 hingga 1970, angkatan udara berhasil mengembangkan diri dan mengkonsolidasikan diri menjadi angkatan penunjang kedaulatan negara.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved