Kisah Angkatan Udara Indonesia Merampas Pangkalan Udara Jepang Hingga Jadi Basis Kekuatan TNI AU

Setelah berhasil dikuasai, para perintis angkatan udara memperbaiki pangkalan udara beserta sejumlah pesawat dan unsur penerbangan

Kisah Angkatan Udara Indonesia Merampas Pangkalan Udara Jepang Hingga Jadi Basis Kekuatan TNI AU
Ilustrasi Pangkalan Udara 

TRIBUNJAMBI.COM - Pada tanggal 9 April 1946, Republik Indonesia resmi memiliki tentara angkatan udara.

Presiden Soekarno menerbitkan surat Penetapan Pemerintah Nomor 6/SD/1946 tentang Pembentukan Tentara Republik Indonesia Angkatan Udara.

"(Surat) juga menetapkan Komodor Udara Soerjadi Soerjadarma sebagai Kepala Staf Angkatan Udara yang pertama. Tanggal itu kemudian diperingati sebagai Hari Angkatan udara," ujar Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara Marsekal Pertama Jemi Trisonajaya, melalui keterangannya yang dikutip TribunJambi.com dari Kompas.com.

Meski demikian, cikal bakal bala tentara udara Indonesia ini sebenarnya dimulai sejak 22 Agustus 1945.

Sehari setelah Soekarno memproklamirkan kemerdekaan Indonesia, sidang Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) mengangkat Soekarno menjadi Presiden pertama Republik Indonesia dan Mohammad Hatta menjadi Wakil Presiden.

Sidang berikutnya 22 Agustus 1945, PPKI menghasilkan tiga keputusan, salah satunya adalah pembentukan Badan Keamanan Rakyat (BKR) yang bertugas menjaga terjaminnya keamanan dan ketertiban umum.

BKR sendiri terdiri dari sejumlah resimen tempur yang selama ini melawan penjajahan Jepang melalui masing-masing bidangnya.

Oleh sebab itu, BKR kemudian membentuk beberapa organisasi berdasarkan bidang perjuangannya, yakni BKR Oedara, BKR Laoet, BKR Kereta Api, BKR Pos dan sebagainya.

Baca: Live Streaming Opening Ceremony Asian Games 2018 Siaran Langsung SCTV Klik Disini 17.00 WIB

BKR Oedara kemudian merebut dan menguasai sejumlah pangkalan udara Jepang dan unsur penerbangan lainnya.

Mereka menjadikan tempat-tempat rampasan itu sebagai basis kekuatan udara Indonesia.

Halaman
1234
Editor: ekoprasetyo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved