Didakwa Melanggar Perda Ternak, Empat Pemilik Ternak di Tebo Terancam 7 Hari Penjara

Mereka (peternak) didakwa terbukti melanggar Peraturan Daerah (Perda) Ternak Nomor 8 Tahun 2014.

Didakwa Melanggar Perda Ternak, Empat Pemilik Ternak di Tebo Terancam 7 Hari Penjara
tribunjambi/wahyu
hewan ternak di Sarolangun. 

Laporan Wartawan Tribun Jambi Heri Prihartono

TRIBUNJAMBI.COM, TRIBUN - Tak mau menjaga ternaknya hingga berkeliaran di pemukiman warga, empat pemilik ternak di Kecamatan Tebo Tengah terpaksa disidang di tempat, Rabu (15/8).

Mereka (peternak) didakwa terbukti melanggar Peraturan Daerah (Perda) Ternak Nomor 8 Tahun 2014.

Keempat pemilik ternak yakni MSR, SYF, SYM dan MST disidangkan di halaman Pos Pantau Satpol PP di Pasar Muara Tebo, Kecamatan Tebo Tengah.

Sidang ini dipimpin langsung oleh Wakil Pengadilan Negeri (PN) Tebo dengan jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Tebo.

Hasil sidang, hakim memutuskan masing-masing peternak dikenakan denda sebesar Rp 200 ribu. “Masing-masing terdakwa dijatuhi hukuman denda sebesar Rp 200 ribu, atau kurungan 7 hari bila tidak membayar denda,” kata Kasat Pol PP Tebo Taufik Khaldy.

Dijelaskan Kasat, sidang yang digelar adalah sidang Tindak Pidana Ringan (Tepiring). Sidang ini dilakukan dalam rangka penegakan Perda Nomor 8 Tahun 2014, tentang Penertiban Ternak.

“Ini (sidang) juga bertujuan untuk memberikan pembelajaran pada masyarakat tentang penanggulang ternak agar tidak lagi mengganggu ketertiban umum, dan dapat di kandangkan,” ujar Taufik.

Taufik menambahkan bahwa, kegiatan ini sebagai bentuk sosialisasi pihaknya kepada masyarakat tentang Perda ternak.

“Kegiatan ini akan kita laksanakan secara periodik agar masyarakat mengetahui bahwa, pembiaran dan melepaskan ternak dapat merugikan dan mengganggu kertetiban umum,” tegasnya.

Agar tercipta kondisi yang kondusif, Kasat berharap kepada masyarakat Tebo agar mengandangkan hewan ternaknya.

“Demi Tebo aman, nyaman serta indah. Saya minta jangan lagi membiarkan ternak berkeliaran di tempat-tempat umum, karena itu sangat mengganggu ketertiban umum, juga melanggar Perda, “ jelasnya.

Sebelumnya, Satpol PP Tebo telah mengeluarkan surat edaran tentang hewan ternak harus dikandangkan. Surat edaran itu ditembuskan ke Kecamatan hingga Desa setempat yang nanti disampaikan ke warganya.

Namun, surat edaran tersebut seperti tidak digubris saja. Pasalnya, masih tampak gerombolan hewan ternak yang berkeliaran bebas di tempat-tempat umum. Hal itu yang membuat Satpol PP Tebo harus bertindak tegas.

Peternak tersebut didakwa melanggar Perda setelah pada Senin kemarin ternak mereka kedapatan berada di tempat umum yang berpotensi menggangu kenyamanan dan keamanan masyarakat. Alhasil, 4 ekor kambing dan 1 ekor sapi diamankan.

Penulis: heri prihartono
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved