Kasus Suap PDAM Kerinci

Terdakwa Kasus Suap PDAM Kerinci Divonis, Hakim Kembalikan Berkas ke Penyidik. Tersangka Baru?

idang kasus dugaan suap yang tertangkap tangan oleh Polres Kerinci tiba pada putusan majelis hakim, Rabu (15/8/18).

Terdakwa Kasus Suap PDAM Kerinci Divonis, Hakim Kembalikan Berkas ke Penyidik. Tersangka Baru?
TRIBUN JAMBI/MAREZA SUTAN AJ

Laporan Wartawan Tribunjambi.com Mareza Sutan A J

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Sidang kasus dugaan suap yang tertangkap tangan oleh Polres Kerinci tiba pada putusan majelis hakim, Rabu (15/8/18). Dua terdakwa, Agus Salim selaku Pjs Dirut PDAM Tirta Sakti dan Asmardi selaku Kasubag Bin Kejari Sungai Penuh mendengarkan vonis.

Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jambi yang diketuai Lucas Sahabat Duha memutus perkara itu dengan vonis berbeda.

Baca: Stok Beras Tersedia Untuk 5 Bulan Mendatang

Terdakwa Agus Salim divonis dengan pidana penjara selama 1 tahun dan denda sebesar Rp 50 juta dengan subsider 2 bulan.

"Menjatuhkan hukuman kepada terdakwa Agus Salim dengan pidana penjara selama 1 tahun dan denda Rp 50 juta. Dengan ketentuan, jika terdakwa tidak mampu membayar denda tersebut, maka akan diganti dengan pidana penjara selama 2 bulan," kata Lucas, membacakan.

Berbeda dengan Agus Salim, Asmardi justru mendapat vonis lebih berat. Dia divonis 1 tahun 3 bulan dan denda Rp 50 juta dengan subsider 2 bulan.

"Menjatuhkan hukuman kepada terdakwa Agus Salim dengan pidana penjara selama 1 tahun 3 bulan dan denda Rp 50 juta. Dengan ketentuan, jika terdakwa tidak mampu membayar denda tersebut, maka akan diganti dengan pidana penjara selama 2 bulan," kata Lucas, melanjutkan.

Atas vonis tersebut, kedua terdakwa dan tim Penasihat Hukum (PH) menyatakan pikir-pikir.

Mengenai sebagian berkas, majelis hakim kembali menyerahkannya kepada tim penyidik.

Baca: Sidang Kasus Suap Honorer K2 Sarolangun - Jadi Saksi, Ali Sebut Sempat Setor Rp 20 Juta

Baca: Sidang Kasus Suap Honorer K2 Sarolangun, Kepala BKD Sebut Baru Kenal M Daud Akhir 2016

Terpisah, satu di antara jaksa yang menangani hal itu, F Rozi ketika dikonfirmasi membenarkan hal itu. Pihaknya masih akan terus melakukan penyidikan. Namun dia belum dapat memastikan adanya siapa tersangka baru yang ikut terjerat.

"Sebagian berkas memang dikembalikan ke penyidik untuk kebutuhan penyidikan. Tapi kita belum bisa pastikan apa ada tersangka baru, siapa yang terjerat. Kemungkinan ada, biasanya. Tunggu saja informasi lebih lanjut," katanya.

Sebagai informasi, kasus ini berawal dari tangkap tangan yang dilakukan anggota Polres Kerinci, Jumat (29/12/17). Kasus ini menjerat mantan Pjs PDAM Tirta Sakti, Agus Salim dan Kasubag Bin Kejari Sungai Penuh, Asmarsi. Keduanya ditangkap di Bukit Sintiong. Dari tangkapan tersebut, polisi menyita barang bukti uang sebesar Rp 350 juta.

Uang tersebut diduga akan diberikan, terkait beberapa proyek PDAM yang tengah ditangani oleh Kejari Sungai Penuh. Satu di antaranya adalah proyek pemasangan sambungan PDAD untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Kabupaten Kerinci.

Baca: Ali Siwon Melihat Ada Celah

Baca: Tiga Partai Ajukan Gugatan Sengketa

Keduanya terjerat dalam pasal 5 ayat (2) Undang-undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Penulis: Mareza
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved