Terdakwa Bantah Ikut Rambah Hutan TNKS, Abu Hasyim Bilang Dilarang Keluarga

Abu Hasyim mengatakan, sempat diajak gabung Serikat Petani Indonesia (SPI), namun dia menolak.

Terdakwa Bantah Ikut Rambah Hutan TNKS, Abu Hasyim Bilang Dilarang Keluarga
tribunjambi/mahreza
Terdakwa perambahan hutan TNKS, membantah melakukan perambahan hutan saat sidang pemeriksaan terdakwa di PN Jambi, Rabu (8/8) 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Mareza Sutan A J

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Sidang lanjutan kasus dugaan perambahan hutan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) kembali digelar, Rabu (8/8/18).

Sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jambi itu beragendakan pemeriksaan terdakwa Abu Hasyim. Dalam kesempatan itu, dia mengaku tidak ikut merambah hutan. Dikatakannya, dia hanya menunggu di pinggir jalan.

"Saya di pinggir jalan saja, tidak ikut ke dalam (lokasi perambahan)," kata dia.

Baca: Jurnalis Jambi Doa Bersama Untuk Korban Gempa Lombok

Abu Hasyim mengatakan, sempat diajak gabung Serikat Petani Indonesia (SPI), namun dia menolak. Dia beralasan belum memiliki uang sebagai syarat gabung SPI sejumlah Rp 50 ribu.

Dia juga mengatakan dilarang keluarganya untuk gabung dan ikut dalam perambahan.

"Saya dihalang-halangi. Mereka bilang, tidak usalah gabung sama orang itu," sebutnya.

Bahkan, dilanjutkannya, orang tuanya sempat mengancam akan pergi dari Renah Alai.

Baca: Teka-Teki Cawapres Berinisial M, Jokowi: Mbak Puan Maharani Juga M

"Orang tua saya bilang, jika saya lihat kamu menebang kawasan hutan tersebut, biar saya yang pindah dari desa Renah Alai," lanjutnya.

Atas dasar dihalangi keluarga itulah, dia akhirnya mengurungkan niatnya untuk gabung SPI. Imbasnya, kata dia, sempat hampir menjadi sasaran amuk.

Halaman
12
Penulis: Mareza
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved