Jurnalis Jambi Doa Bersama Untuk Korban Gempa Lombok

Disela aksi damai yang berlangsung di Tugu Pers, Kota Jambi puluhan Jurnalis gelar doa bersama untuk korban gempa bumi di Lombok.

Jurnalis Jambi Doa Bersama Untuk Korban Gempa Lombok
tribunjambi/dedy nurdin
Aksi damai jurnalis di Jambi, berdoa bersama untuk korban gempa Lombok 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Dedy Nurdin

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Disela aksi damai yang berlangsung di Tugu Pers, Kota Jambi puluhan Jurnalis gelar doa bersama untuk korban gempa bumi di Lombok.

Seperti terlihat dalam orasinya, Anton, ketua IJTI Jambi turut mengajak para jurnalis untuk mengirimkan doa bagi korban gempa bumi di Lombok.

Selanjutnya para jurnalis yang menggelar aksi juga menggelar doa bersama.

Para Jurnalis Jambi menggelar aksi damai di Tugu Pers, terkait aksi pemukulan yang dilakukan pengawal api Asian Games, terhadap wartawan Kompas Tv belum lama ini
Para Jurnalis Jambi menggelar aksi damai di Tugu Pers, terkait aksi pemukulan yang dilakukan pengawal api Asian Games, terhadap wartawan Kompas Tv belum lama ini (tribunjambi/dedy nurdin)

"Kawan-kawan, mari kita sejenak luangkan waktu untuk mendoakan para korban gempa bumi di Lombok," sebut Anton.

Seperti di beritakan, Puluhan jutnalis yang tergabung dalam aliansi peduli jurnalis Jambi menggelar aksi simpatik di Tugu Pers Jambi, Rabu (8/8/2018).

Aksi yang berlangsung pada Rabu sore ini sebagai bentuk solidaritas para jurnalis di Jambi menyusul insiden pemukulan yang di alami oleh Suci Annisa. Jurnalis Kompas Tv yang menjadi korban oleh oknum pengaman apu obor Asian Games di Jambi beberapa waktu lalu.

Baca: Teka-Teki Cawapres Berinisial M, Jokowi: Mbak Puan Maharani Juga M

Sebelumnya sejumlah organisasi pers di Jambi telah mendampingi Suci saat melakukan pelaporan ke mapolda Jambi.

Dalam aksi damai ini, puluhan jurnalis menyatakan mengutuk dan mengecam tindakan kekerasan oknum pengamanan tersebut. Para jurnalis juga menyatakan sikan dan komitmen untuk mengawal proses penegakan hukum sesuai Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999.

Arman, kordinator aksi megatakan, insiden yang dialami Suci saat melakukan peliputan merupakab bentuk pelanggaran terhadap undang-undang Pers.

Baca: Malu Dilaporkan Suami ke Polisi, Nikita Mirzani: Niki Kalau Sudah Cinta Tuh Serahkan Semuanya

"Kami mengecam dan menuntut agar kepolisian dalam hal ini menindak lanjuti laporan yang telah kami buat. Ini bentuk pelanggaran undang-undang. Apa lagi korban dalam menjalankan tugasnya sudah memenuhi prosedur peliputan," kata Arman.

Seperti terlihat secara bergantian para peserta menyampaikan orasi. Aksi damai ini mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian.

Baca: Evaluasi Monitoring Ombdusman, Di Sumatera, Jambi Peringkat Bawah untuk Pelayanan Publik

Belasan personil kepolisian juga tampak megenakan seragam lengkap berikut senjata api saat mengawal aksi damai ini. Namun aksi solidaritas berlangsung damai meski mendapat pengawalan ketat hingga aksi selesai. (*)

Penulis: Dedy Nurdin
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved