Harga Komoditi Anjlok, Pemkab Tanjabtim Tak Bisa Berbuat Banyak

Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur tidak bisa berbuat banyak dengan anjloknya harga tiga komoditi perkebunan petani,

Harga Komoditi Anjlok, Pemkab Tanjabtim Tak Bisa Berbuat Banyak
TRIBUN JAMBI/ZULKIFLI
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Tanjabtim, Hero Suratma 

Laporan Wartawan Tribunjambi.com Zulkifli

TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK - Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur tidak bisa berbuat banyak dengan anjloknya harga tiga komoditi perkebunan petani, seperti pinang, sawit dan kelapa beberapa bulan terkahir ini. Sebab anjloknya harga komoditi itu ditentukan oleh harga pasar, bukan dari pemerintah.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Tanjabtim, Hero Suratma. Dia mengatakan, yang hanya bisa dilakukan pihaknya yakni terus melakukan koordinasi dengan pihak Pemerintah Provinsi Jambi terkait harga komoditi tersebut.

Baca: Kekerasan Terhadap Reporter Kompas TV, Aliansi Peduli Jurnalis Jambi Gelar Aksi Solidaritas

"Ya, upaya kita sekarang hanya bisa berkoordinasi dengan Pemprov, itu saja. Karena kita pemerintah tidak bisa berbuat banyak," katanya, kepada Tribunjambi.com, pada Rabu (8/8).

Dampak anjloknya harga tersebut, dijelaskan Hero, karena terjadinya perang dagang di China, India dan lain-lainnya. Sehingga kurangya permintaan dari luar. "Selain itu, naiknya dollar juga menjadi penyebabnya. Tiga komoditi yang di ekspor itu bukannya bahan jadi, tapi bahan mentah, jadi harga bisa saja anjlok," sebutnya.

Pemerintah juga sangat mengharapkan harga komoditi ini bisa kembali normal. Sebab, jika harga tiga komoditi ini tidak juga membaik, ekonomi masyarakat di sini juga tidak akan naik. "Ini kan bukan terjadi di wilayah Tanjabtim saja, tapi ini sudah skala nasional. Pemerintah hanya bisa melakukan koordinasi saja," ungkapnya.

Untuk diketahui, harga jual kelapa dalam tertinggal sebelumnya Rp 2.500 per biji, kini harga jual tertinggi hanya Rp.600 per biji. Ditambah lagi pinang harganya pun terus mengalami penurunan. Dari harga sebelumnya mencapa Rp.20.000 per Kg kini hanya Rp.7.000 per Kg. Sedangkan harga sawit yang menjadi andalan pun mengalami penurunan drastis. Dari harga Rp.1500 per Kg kini hanya tinggal Rp.400 per Kg.

Baca: Ratusan Napi Lapas Kelas II B Kuala Tungkal Diusulkan Remisi HUT Kemerdekaan RI

Baca: Puluhan Ribu Benih Lobster Dilepasliarkan di Pulau Pandan Sumbar

Penulis: Zulkifli
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved