Malam Ini Truk Boleh Melintas, Pemda Akan Rapat Bersama Asisten Terkait Batubara

Usai melakukan orasi di depan kantor DPRD Batanghari, ratusan sopir batu bara

Malam Ini Truk Boleh Melintas, Pemda Akan Rapat Bersama Asisten Terkait Batubara
tribunjambi/abdullah usman
Ratusan sopir truk batubara geruduk kantor DPRD Batanghari, para sopir menuntut pemerintah revisi Perbub terkait batubara dan membebaskan pemblokiran warga, Selasa (7/8/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jambi Abdullah Usman

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BULIAN - Usai melakukan orasi di depan kantor DPRD Batanghari, ratusan sopir batu bara melanjutkan aksi damai di Sungai Buluh tepat di mana lokasi penghadangan oleh warga berlangsung, Selasa (7/8).

Dikatakan Kades Sungai Buluh Supriyono kepada tribunjambi.com mengatakan, sekira pukul 14.15 rombongan sopir batu bara yang baru saja melakukan aksi di perkantoran dinas pemda mendatangi lokasi penghadangan warga guna untuk menyampaikan aspirasi.

Dalam aksi tersebut berjalan kondusif, dan mrnemukan beberapa kesepakatan sementara jelang hasil rapat dari pemda dan instansi terkait akan dilakukan besok.

Di antaranya truk batu bara boleh melintas malam nanti pukul 22.00 hingga pukul 5.00 menjelang ada keputusan baru dari rapat yang akan dilakukan.

"Saya sangat kewalahan menangani aksi warga tadi pasalnya mereka sudah bergabung bukan warga Desa Sungai Buluh saja namun dari warga desa sekitarnya, alhamdulillah tidak terjadi hal hal yang tidak diinginkan. Warga juga sepakat sementara untuk truk batu bara bisa melintas malam ini," jelas Supriyono kepada tribunjambi.com

Dikatakannya pula, dalam pengamanan aksi tadi juga dibantu pihak kepolisian dan juga TNI. Dari hasil kesepakatan tersebut meski berlaku untuk malam ini saja menjelang besok pemda bersama, pihak kepolisian dan perwakilan sopir mengadakan rapat di ruang asisten I Batanghari.

Dalam aksi tersebut, para sopir juga menunjukan itikat baik mereka dengan mendatangi rumah korban kecelakaan dan memberikan uang santunan dari hasil patungan mereka. Terkait adanya penahanan mobil yang disampaikan oleh pihak sopir dalam aksi sebelumnnya itu tidak benar.

"Tidak ada aksi penahan mobil batubara apa lagi hingga berhari hari, itu hanya ulah provokasi saja," jelas Kades.

Sementara itu, ketua DPRD Batangjari M Mahdan, saat menyambagi para sopir batu bara ketika beraksi di DPRD mengatakan, terkait regulasi dan revisi perda seperti yang diinginkan para sopir, hal tersebuta adalah kewenangan provinsi karena peraturan tersebut dibuat oleh provinsi.

"Soal Perbup, salah satu turunan perda," jelas Mahdan

Dikatakannya pula, dirinya akan menyampaikan hal tersebut ke Buapti, terkait permintaan asosiasi untuk jadwal boleh melintas pukul 10 ditarik atau direvisi. Menutut Mahdan, Selama tidak bertentangan dengan perda, maka tidak ada masalah.

"Kami akan rapat dengan pemerintah daerah, polres, dan pihak terkait membahas persoalan sekarang selesai," pungkasnya.

Hal tersebut dibenarkan oleh Kasat Intel Polres Batanghari Akp Tri Cahyono, dalam aksi yang dilakukan oleh ratusan sopir truk batubara tersebut secara spontan tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu kepada pihak kepolisian. Meski demikian aksi tetap berjalan damai dibawaah pengamanan pihak kepolisian.

"Besok akan dilakukan rapat mediasi terkait jadwal dan solusi terkait angkutan tersebut," ujarnya. (usn)

Penulis: Abdullah Usman
Editor: nani
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved