Donor Gratis, Tapi Kenapa Darah dari PMI Harus Bayar? Begini Penjelasannya
Darah sangat penting di dalam tubuh manusia. Namun seirngkali orang bertanya kenapa donor darah gratis tapi nerimanya harus bayar?
TRIBUNJAMBI.COM - Darah sangat penting di dalam tubuh manusia.
Namun seirngkali orang bertanya kenapa donor darah gratis tapi nerimanya harus bayar?
Inilah penjelasannya.
Kebutuhan darah di Indonesia sangatlah tinggi.
Baca: Baru untuk Adventure Sports! Varian Baru Honda CRF1000L Africa Twin
Mulai untuk menolong persalinan, mengobati suatu penyakit, dan penanganan kecelakaan yang korbannya mengalami kekurangan banyak darah.
Saat ini muncul anggapan miring mengenai transfusi darah yang dilaksanakan oleh Palang Merah Indonesia atau PMI.
Salah satunya mengenai mahalnya harga darah yang dibutuhkan per kantongnya.
Masalah mengenai mahalnya harga satu kantong darah yang sekarang mencapai Rp.360.000 per kantong membuat masyarakat bertanya, kenapa mahal sekali untuk membeli satu kantong darah?
Baca: Segini Banderol Harga Honda CRF1000L Africa Twin, Pakai Dual Clutch Transmission
Dr. Farid selaku selaku Ketua Pengurus Pusat PMI Bidang Kesehatan, Bantuan Sosial, Donor Darah dan Rumah Sakit PMI memberikan penjelasan seperti ini.
“Semua darah dari PMI itu gratis enggak harus bayar! Tapi, memang ada biaya yang harus di keluarkan, tapi untuk BPD atau Biaya Pemrosesan dari darah itu sendiri karena gak bisa langsung disalurkan dari pendonor ke penerima bukan buat bayar darahnya.”
Proses pengambilan darah dari pendonor memang tidak bisa langsung diberikan kepada penerima.
Ada tahapan yang harus dilakukan selama 6 jam sebelum darah bisa diberikan kepada penerima.
Baca: Begini Penampakan Motobi 152, Motor China Penantang Kawasaksi W175
Darah mesti melalui tahap uji kelayakan bebas dari penyakit seperti HIV, Malaria, dan Hepatitis.
Juga dilihat kualitas darah yang bisa diberikan kepada penerima.
Harga kantong darah yang masih impor pun menjadi salah satu faktor kenapa harga sekantong darah begitu mahal.
Yang harus diluruskan disini adalah, setiap biaya yang dikeluarkan ketika membutuhkan darah adalah untuk biaya BPD bukannya harga si darah itu sendiri.
Baca: Lowongan Kerja Pertamina Buka Besar-besaran, 70 Posisi Bisa Dipilih, Klik Linknya Disini
Di Indonesia sendiri membutuhkan kantong darah sekitar 5 juta pertahunnya dari 2 persen jumlah penduduk setiap daerah.
Sementara di DKI Jakarta membutuhkan 800 sampai 1000 kantong darah per harinya.
Semoga penjelasan ini bisa memberikan informasi kenapa donor darah gratis tapi menerimanya harus bayar.
Sumber : Intisari
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/ilustrasi-donor-darah_20180807_102343.jpg)