Dampak Harga Komoditas Pertanian di Tanjabbar Murah, Penumpang Kapal Sepi

Harga komoditas pertanian di Tanjung Jabung Barat yang murah, dirasakan masyarakat selama empat bulan terakhir.

Dampak Harga Komoditas Pertanian di Tanjabbar Murah, Penumpang Kapal Sepi
Tribun Jambi/Darwin Sijabat
Anjloknya harga komoditas pertanian berpengaruh terhadap aktivitas perekonomian di Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Tampak suasana di sebuah pelabuhan, Senin (6/8). 

Laporan Wartawan Tribunjambi.com, Darwin Sijabat

TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL - Anjloknya harga komoditas pertanian berpengaruh terhadap aktivitas perekonomian di Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Saat ini, komoditas pertanian seperti pinang, kelapa sawit, kelapa dalam dan kopi liberica di Tanjabbar sedang merangkak turun.

Informasi terkini yang diperoleh tribunjambi.com di lapangan, harga TBS mengalami penurunan Rp 200 per kilogram. Harga pinang dari 10.500 per kilogramnya turun menjadi Rp 8.000.

Sementara itu, harga kopi dari Rp 40 ribu kini menjadi 28 ribu per kilogramnya. Begitu juga kelapa, Rp 800 per butir.

Hal itu membuat sejumlah penambang kapal speedboat mengeluh. Pasalnya harga itu berimbas terhadap penumpang kapal speedboat.

Harga komoditas pertanian di Tanjung Jabung Barat yang murah, dirasakan masyarakat selama empat bulan terakhir. Itu berimbas pada aktivitas pelabuhan. Satu di antaranya sepinya penumpang.

"Penumpang sepi. Hari Minggu kemarin hanya membawa 15 penumpang, biasanya puluhan ," ungkap Wahab, penambang speedboat tujuan Pangkal Duri, kepada tribunjambi.com, Senin (6/8)

Dalam beberapa hari terakhir, dia mengatakan bahkan nyaris tidak ada penumpang. Hanya satu dua orang saja. Itu disebabkan rerata penumpang kapal speedboat mayoritas dari hasil perkebunan pertanian.

Wahab berharap pemerintah memperhatikan nasib para penambang kapal speedboat. Sebab apabila sepi berkelanjutan, dikhawatirkan para pemilik kapal speaboat akan beralih profesi menjadi penambang mobil travel.

Ucapan serupa juga dikatakan penambang kapal lainnya, Baim. Akibat sepinya penumpang kapal speedboat, dia berpikir berpikir untuk banting setir beralih profesi, sebab harus memenuhi kebutuhan hidup keluarga. Apabila seperti ini terus terjadi, dia tidak bisa memenuhi kebutuhan hidup keluarganya sehari- hari.

Baca: Saat Prajurit Kostrad Lawan Komandan Uni Dade Todong Senjata Jarak 1 Meter

Baca: Penampakan Puncak Gunung Rinjani dari Satelit Google Maps, Ternyata Begini Bentuk Atapnya

Baca: Update CPNS 2018: BKN Kantongi 134 Titik Lokasi Seleksi Kompetensi Dasar dan CAT

Penulis: Darwin
Editor: duanto
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved