Jelang HUT RI ke-73 Pedagang Bendera Menjamur di Tanjabbar, Keluhkan Omset Turun Drastis

Pedagang bendera Merah Putih dan berbagai atribut kemerdekaan di Kota Kuala Tungkal mulai menjamur.

Jelang HUT RI ke-73 Pedagang Bendera Menjamur di Tanjabbar, Keluhkan Omset Turun Drastis
TRIBUNJAMBI/DARWIN SIJABAT
Penjual bendera di Tanjabbar mulai menjamur jelang HUT RI-73 

Laporan Wartawan Tribunjambi.com Darwin Sijabat

TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL - Pedagang bendera Merah Putih dan berbagai atribut kemerdekaan di Kota Kuala Tungkal mulai menjamur.

Pedagang musiman itu mulai bermunculan menghiasi pinggir- pinggir jalan protokol Kota Kuala Tungkal.

Namun tidak seperti biasanya, saat ini pedagang tersebut mengeluhkan sepinya pembeli meski perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-73 hanya tinggal 12 hari lagi.

Salah seorang pedagang bendera merah putih, Ujang mengakui jika Hingga kini permintaan bendera masih sepi sehari hanya terjual 15 hingga 20 bendera saja.

"Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-73 nampaknya tidak meriah seperti dulu. Banyak masyarakat belum memasang bendera di halaman rumah sehingga berdampak terhadap omset pedagang bendera," katanya, Minggu (5/8/2018).

Menurutnya, biasanya saat seperti ini permintaan mulai meningkat namun saat ini masih sepi.

Bila dibanding tahun lalu penjualan bendera tahun ini menurun drastis.

"Biasanya sejak 4 Agustus penjualan bendera serta atribut bisanya mencapai ratusan lembar sehari dan permintaan didominasi oleh perkantoran. Namun kini masih sepi pembeli atribut bendera merah putih," katanya.

Untuk bendera sendiri dijual dengan harga yang bervariasi dan tergantung ukurannya.

Dimana ukuran besar dijual dengan harga 300 ribu rupiah sedangkan ukuran bendera kecil 10 ribu rupiah.

Murahnya komoditi pertanian diakui ujang juga berpengaruh terhadap penjualan atribut bendera merah putih.

Hingga saat ini di Tanjab Barat komoditas pertanian yang anjlok seperti pinang, kelapa sawit, kelapa dalam dan kopi liberica.

Hal senada juga dikatakan pedagang lainnya, Sopian menyebutkan biasanya omsetnya bisa mencapai Rp 1 jutaan, dan sekarang hanya Rp 500 ribu rupiah dalam satu hari itupun terasa sulit.

Sopian mengakui pembeli tiap hari ada, tapi sepi tidak seperti tahun lalu. Namun ia dan pedagang bendera lainnya tetap optimis menjajakan dagangan nya hingga menjelang Hut RI 17 agustus mendatang berharap ramai pembeli.

Penulis: Darwin
Editor: bandot
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved