Jadi Sengketa, 15% Lahan Sekolah di Tanjab Timur Belum Miliki Sertifikat

Klaim masyarakat atas kepemilikan lahan sekolah masih terjadi di Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Jadi Sengketa, 15% Lahan Sekolah di Tanjab Timur Belum Miliki Sertifikat
Tribun Jambi/Zulkifli
Kepala Dinas Pendidikan Tanjabtim, Junaedi Rahmad 

Laporan Wartawan Tribun Jambi Zulkifli

TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK - Klaim masyarakat atas kepemilikan lahan sekolah masih terjadi di Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Masih Banyak sekolah di Tanjabtim yang status kepemilikan lahan tempat berdirinya sekolah dituntut oleh warga.

Agar tidak ada lagi terjadi klaim dari masyarakat terkait kepemilikan lahan sekolah di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) melalui Dinas Pendidikan terus melakukan upaya pembenahan. Seperti melakukan pendataan bukti-bukti kepemilikan tanah masing-masing sekolah.

"Ada beberapa aset Diknas berupa lahan sekolah yang digugat oleh pihak ahli waris yang telah dihibahkan sebelumnya. Atas hal tersebut, kita sudah melakukan pembenahan dengan mendata bukti-bukti kepemilikan lahan sekolah," kata Kepala Dinas Pendidikan Tanjabtim, Junaedi Rahmad, kepada Tribunjambi.com, pada jumat (3/8).

Terkait adanya lahan sekolah yang bermasalah, Dinas Pendidikan Tanjabtim akan melihat terlebih dahulu persoalannya. Jika memang bisa diselesaikan ditingkat pemerintahan, tentunya harus diselesaikan. Tapi jika tidak bisa, dan harus diselesaikan secara hukum, silahkan saja. Yang jelas sesuai dengan bukti-bukti kepemilikan yang ada.

"Itu tidak masalah, asal semua bukti-buktinya lengkap," terangnya.

Dijelaskannya, untuk tahun ini ada dua target yang harus diselesaikan kepemilikan lahannya, yakni kepemilikan lahan rumah dinas guru yang ada di Kecamatan Nipah Panjang dan lahan SMPN 7 Tanjabtim Kecamatan Kuala Jambi.

"Sekarang ini sudah dilakukan peninjauan kembali dan kasusnya sudah ditingkat banding. Kedua kasus lahan tersebut ditargetkan akan selesai pada tahun ini," ungkapnya.

Sementara, untuk persentase kepemilikan sertifikat lahan sekolah yang sudah memiliki sertifikat lahan, saat ini baru mencapai sekitar 85 persen. Sedangkan 15 persen lagi akan diupayakan untuk diselesaikan.

"Untuk tahun ini baru 2 kasus yang akan kita selesaikan," tukasnya.

Penulis: Zulkifli
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved