Senin, 13 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Dalam Seminggu, 3 TKI Asal NTT Meninggal di Malaysia

Siwa mengatakan, berdasarkan data yang diperoleh, Melkianus bekerja di SPAD Ladang Subis 3, Jalan Miri Bintulu, Negara Bagian Kuching.

Editor: Deni Satria Budi
Tribunnews.com/Reynas Abdila/ist
Ilustrasi. TKI pendukung Timnas Indonesia di Malaysia 

TRIBUNJAMBI.COM - Tiga orang tenaga kerja Indonesia ( TKI) asal Nusa Tenggara Timur (NTT) meninggal di Malaysia. Meninggalnya para TKI tersebut terjadi dalam seminggu ini. Tiga orang TKI yang meninggal tersebut yakni Melkianus Omenu, Dionisius David dan Regina Bianco.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Kupang, Siwa mengatakan, pihaknya saat ini masih mengecek status keberangkatan mereka di Malaysia.

Melkianus Oemenu, lanjut Siwa, berasal dari Desa Atmen, Kecamatan Insana Barat, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). Selanjutnya Dionisius David, berasal dari Kabupaten Ende dan Regina Bianco dari Kabupaten Belu.

Baca: Cegah Eksploitasi TKI, Yasonna Laoly: Calon TKI Jangan Cuma Urus Paspor

"Melkianus Omenu meninggal pada 1 Agustus 2018. Sedangkan Regina Bianco dan Dionisius David meninggal pada 31 Juli 2018. Jadi, dalam sepekan ini, tiga orang TKI yang meninggal di Malaysia," ungkap Siwa, kepada Kompas.com, Jumat (3/8/2018).

Melkianus Omenu, kata Siwa, meninggal di Khucing, Serawak. Sedangkan Regina Bianco dan Dionisius David kata dia, meninggal di Selangor. Pihaknya kata Siwa, belum mendapat data lengkap kematian Regina Bianco dan Dionisius David.

Sedangkan kematian Melkianus Omenu, bilang Siwa, hanya diperoleh beberapa informasi. Ia menyebutkan, Melkianus Omenu meninggal dunia pada Rabu (1/8/2018). Jenazahnya ditemukan di tengah hutan oleh rekan kerjanya.

Baca: 4 Wakil Indonesia ke Perempat Final Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2018

Siwa mengatakan, berdasarkan data yang diperoleh, Melkianus bekerja di SPAD Ladang Subis 3, Jalan Miri Bintulu, Negara Bagian Kuching.

"Melkianus terdata di BP2TKI Kupang tahun 2005 silam. Waktu itu BP3TKI belum ada, sehingga kami masih di BP2TKI Kupang dibawa Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi," ungkap Siwa.

Baca: Masa Lalu Gili Trawangan Ternyata Pernah Dipakai Pembuangan Narapidana, Pantai Indah Namun Unik

Terkait pemulangan jenazah Melkianus ke kampung halamannya, Siwa menyebut, belum ada informasi lebih lanjut.

"Untuk penyebab meninggalnya Melkianus saat ini sedang dilakukan proses otopsi oleh tim medis di Malaysia," ujarnya. (*)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved