Rumah, Mobil, Motor Dibakar, Ini Rincian Kerugian Warga Pentagen Kerinci Pasca Bentrokan

Bentrok warga Seleman dengan Pendung Talang Genting (Pentagen) menyebabkan sejumlah rumah warga Pentagen rusak.

Rumah, Mobil, Motor Dibakar, Ini Rincian Kerugian Warga Pentagen Kerinci Pasca Bentrokan
Tribun Jambi/Heru
Wakil Bupati Kerinci, Zainal Abidin bersama Wakapolda, Kapolres, Dandim meninjau lokasi Bentrok desa Pendung Talang Genting (Pentagen) , Selasa (31/7). 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Herupitra

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Bentrok warga Seleman dengan Pendung Talang Genting (Pentagen) menyebabkan sejumlah rumah warga Pentagen rusak. Dari data BPBD Kerinci, terdapat puluhan rumah warga yang rusak karena dibakar dan di lempar.

Kepala BPBD Kerinci, Darifus dikonfirmasi mengatakan, saat ini pihaknya bersama dinas dan pihak terkait baru selesai mendata jumlah rumah yang rusak. Sementara untuk besar nominal kerugian yang dialami masih sedang dihitung.

Untuk rumah rusak berat karena terbakar berjumlah delapan unit. Sementara rusak ringan seperti kaca pecah dan lainnya berjumlah 39 unit, 12 motor dan satu mobil dibakar.

"Total nominal kerugian sedang dihitung," sebut Darifus, Kamis (2/8).

Sementara itu, guna untuk membantu memenuhi kebutuhan makan warga, BPBD Kerinci menurunkan satu unit mobil dapur umum.

Selain satu unit mobil dapur umum, BPBD Kerinci juga menurunkan anggota TRC untuk membantu memenuhi kebutuhan warga salah satunya mempersiapkan kebutuhan makan bagi warga.

"Ya, kita sudah menurunkan mobil dapur umum ke Pentagen sejak kemarin," ungkap Darifus.

Tim TRC dan Mobil Dapur umum, lanjutnya memiliki tugas sebagai sarana dan membantu warga memasak makanan yang diberikan bagi warga yang ada di Pentagen, terutama yang ada di pengungsian.

"Kita juga telah mendirikan tenda untuk pengungsi, yang dibangun sesaat setelah bentrok guna membantu warga," jelasnya.

Senada juga diakui Kabid Sosial, Junaidi, bahwa total nominal kerugian yang dialami warga Pentagen belum bisa disampaikan. Sebab saat ini pihaknya masih sedang menghitung.

"Kita masih sedang mendata berapa besar kerugian yang dialami," ungkapnya.

Penulis: heru
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved