Prediksi Wujud Tubuh Manusia 1 Juta Tahun Mendatang, Ini Penyebab Mengecil

"Mungkin, nantinya, kita bisa berevolusi menjadi lebih kecil sehingga tubuh kita membutuhkan lebih sedikit energi," kata Thomas Mailund.

Prediksi Wujud Tubuh Manusia 1 Juta Tahun Mendatang, Ini Penyebab Mengecil
Tribun Jambi
Ilustrasi pameran peradaban lampau di Jambi. 

Mungkin di masa depan, implan akan digunakan untuk sekedar membuat orang lebih baik.

Seperti implan otak, kita barangkali akan memiliki produk teknologi yang terlihat pada penampilan kita, seperti mata buatan dengan kamera yang dapat membaca frekuensi warna dan visual yang berbeda.

Baru-baru ini, para ilmuwan sedang berusaha membicarakan tentang "bayi buatan".

Para ilmuwan sudah menggunakan teknologi untuk mengubah gen embrio untuk mendapatkan bayi tanpa masalah kesehatan.

Meskipun kontroversial, tidak ada yang yakin apa yang terjadi selanjutnya. Namun di masa depan, Mailund mengemukakan, justru mungkin dianggap tidak etis untuk tidak mengubah gen tertentu. Dengan itu mungkin ada pilihan tentang fitur-fitur bayi, jadi mungkin manusia akan terlihat seperti apa yang diinginkan orang tua mereka.

"Seleksi itu akan masih ada, saat ini hanya seleksi buatan. Apa yang kita lakukan dengan anjing, akan kita lakukan dengan manusia," kata Mailun.
Masih Hipotesis

Perlu digarisbawahi, semua ini masih berupa hipotetis. Namun, hipotesis itu bisa memberikan kita gambaran tren demografis seperti apa wujud kita di masa depan.

"Memprediksi yang terjadi dalam satu juta tahun ke depan jelas spekulasi," kata Dr Jason A. Hodgson.

Baca: Pria Tanggung Nekat Bobol Jendela Kamar Anak Gadis, Ini yang Terjadi di Dalam

"Tapi memprediksi masa depan yang tak lama lagi terjadi tentu dapat dilakukan menggunakan bioinformatika dengan menggabungkan yang diketahui tentang variasi genetik saat ini dengan model perubahan demografis ke depan," sambungnya.

Hodgson merupakan dosen yang berkegiatan dalam gerakan Tantangan Besar dalam Ekosistem dan Lingkungan di Imperial College London.

Halaman
1234
Editor: duanto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved