Perempuan dan Anak-anak Tak Berani Pulang, Trauma Lihat Rumah Mereka Dibakar

Empat hari pasca diserang warga Seleman, warga Pendung Talang Genting (Pentagen) masih belum berani pulang ke rumah.

Perempuan dan Anak-anak Tak Berani Pulang, Trauma Lihat Rumah Mereka Dibakar
Tribun Jambi/Heru
Warga Pentagen mengungsi di Masjid pasca serangan warga Seleman, Senin (30/7). 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Herupitra

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Empat hari pasca diserang warga Seleman, warga Pendung Talang Genting (Pentagen) masih belum berani pulang ke rumah. Warga memilih mengungsi di dalam Masjid desa setempat.

"Sampai hari ini warga masih mengungsi di Masjid," kata Abdul Basit tokoh masyarakat Pentagen, Kamis (2/8).

Ia mengatakan, warga mengungsi karena masih trauma dan takut pulang ke rumah. Pada umumnya adalah kaum perempuan dan anak-anak. 

Baca: Rumah, Mobil, Motor Dibakar, Ini Rincian Kerugian Warga Pentagen Kerinci Pasca Bentrokan

Pantauan Tribunjambi.com, di pengungsian warga telah didirikan dasar umum oleh Pemkab Kerinci. Untuk makan warga pun harus antre mendapatkan nasi.

Untuk diketahui pada, Senin (30/7) terjadi bentrok antara warga Seleman dan Pentagen. Bentrok yang dipicu perkelahian antar pelajar ini, membuat warga Seleman menyerang Desa Pentagen dan melakukan perusakan sejumlah rumah warga.

Tak ada perlawanan yang dilakukan oleh warga Pentagen saat itu. Warga Pentagen menyelamatkan diri ke dalam masjid Desa setempat.

Penulis: heru
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved