Kisah A. E. Kaliwarang yang Kebingungan Bentuk Pasukan Khsusus Indonesia Hingga Bertemu Petani ini

Kekuatan militer Indonesia semakin hari semakin maju dan ditakuti dunia, mulai dari armada perangnya sampai kekuatan

Kisah A. E. Kaliwarang yang Kebingungan Bentuk Pasukan Khsusus Indonesia Hingga Bertemu Petani ini
grid
Alex Evert Kawilarang 

TRIBUNJAMBI.COM - Kekuatan militer Indonesia semakin hari semakin maju dan ditakuti dunia, mulai dari armada perangnya sampai kekuatan pasukan khususnya.

Hingga saat ini Indonesia sedikitnya memiliki lima pasukan khusus: Satuan 81 Kopassus TNI AD, Detasemen Jala Mengkara (Denjaka) Korps Marinir, Detasemen Bravo 90 (Den Bravo 90) TNI AU, Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL, serta Detasemen C Resimen IV Gegana dan Detasemen Khusus 88 Anti Teror.

Baik Gegana maupun Densus 88 berada di bawah naungan Kepolisian RI (Polri).

Dari sisi sejarahnya, terbentuknya pasukan khusus di Indonesia ternyata unik.

Awalnya tak lepas dari peran Letkol Slamet Riyadi dan Kolonel A.E. Kawilarang.

Gagasan ini muncul ketika kedua perwira gagah berani ini memimpin operasi penumpasan RMS (Republik Maluku Selatan) di Ambon dan sekitarnya pada 1950.

Baca: Sebelum Ditemukan Tewas di Semak-semak, Soeharto Sempat Kirim Pesan WhatsApp, Isinya. . .

Dalam misi tempur bersandi Operasi Senopati itu, Kawilarang bertindak sebagai pimpinan operasi, sementara Slamet Riyadi komandan penyerbuan.

Ketika mengejar gerombolan RMS keduanya mengaku sering kerepotan menghadapi pemberontak yang ternyata memiliki ketrampilan yang mumpuni.

Pemberontak diperkuat dua kompi bekas pasukan khusus Belanda KST (Korps Speciale Troepen/Pasukan Khusus Belanda) dari KNIL (Koninklijk Nederlands Indische Leger).

KST merupakan hasil penggabungan pasukan baret hijau dan baret merah Belanda yang dilakukan pada November 1948 dan telah memiliki pengalaman tempur di berbagai medan perang khususnya pada Perang Dunia II.

Baca: Anies Baswedan Singgung Kunjungan Ketua DPRD DKI ke Kali Item, Beliau Kritis Tapi. . .

Halaman
1234
Editor: ekoprasetyo
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved