Bentrok Kerinci

Pascabentrok, Trauma Anak-anak Pentagen Takut Pulang ke Rumah

Kerusuhan yang terjadi, Senin (30/7) lalu, ternyata meninggalkan trauma bagi anak-anak warga Pentagen

Pascabentrok, Trauma Anak-anak Pentagen Takut Pulang ke Rumah
Tribun Jambi/Heru
Wakil Bupati Kerinci, Zainal Abidin bersama Wakapolda, Kapolres, Dandim meninjau lokasi Bentrok desa Pendung Talang Genting (Pentagen) , Selasa (31/7). 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Herupitra

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Kerusuhan yang terjadi, Senin (30/7) lalu, ternyata meninggalkan trauma bagi anak-anak warga Pendung Talang Genting (Pentagen), Kecamatan Danau Kerinci, Kabupaten Kerinci.

Mereka takut untuk pulang ke rumah, meski saat ini situasi sudah kondusif pasca penyerangan yang dilakukan warga Desa Seleman, Kecamatan Danau Kerinci.

“Anak-anak masih trauma. Mereka juga terlihat kehilangan nafsu makan,” ujar Abdul Basit, tokoh pemuda Pentagen, Rabu (1/8).

Basit yang juga pengurus TPQ setempat menambahkan, biasanya anak-anak makan siang pukul 13.00 WIB, namun kini molor sampai pukul 15.00 WIB.

Begitu pula makan malam, biasanya setelah pengajian dan Salat Isya, sekarang berubah ke pukul 22.00 WIB.

Selain itu sebutnya, warga yang rumahnya dibakar, kondisi mereka sangat membutuhkan perhatian. Mereka sudah tidak punya lagi sandang dan pangan untuk kesehariannya.

"Begitu juga dengan saya, hanya pakaian di badan saja yang tersisa," kata Basit yang rumahnya ikut dibakar.

Sementara itu, tokoh pemuda Pentagen lainnya, Khilal Hamdan berharap kepada yayasan maupun organisasi yang bergerak di bidang menyembuhan trauma anak-anak pasca penyerangan yang dilakukan warga Seleman untuk bisa membantu anak-anak Pentagen.

"Mohon bantuan, sekarang anak-anak berkumpul di masjid dalam keadaan trauma yang mendalam," harapnya.

Khilal juga mengatakan jika pemberitaan di media yang umumnya menyatakan bentrok Pentagen-Seleman tidaklah benar.

"Demi Allah ini bukan bentrok, kalau bentrok ada perlawanan. Tapi ini penyerangan, kami warga Pentagen menghindar karena banyaknya massa dari Seleman masuk ke Pentagen," sebutnya.

Pria yang beristrikan warga Desa Seleman ini berharap, kedua desa bisa secepatnya perdamaian dan beraktivitas sebagaimana biasanya.

"Seleman dan Pentagen seperti satu desa, setiap musibah di Seleman warga Pentagen selalu ikut membantu. Semoga dua desa ini bisa berdamai," tandasnya.(*)

Penulis: heru
Editor: nani
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved