Sosok Sukses

'Bekerjalah Sampai Idola Menjadi Pesaing Anda'

"Bekerjalah sampai idola menjadi pesaing Anda." Moto itulah yang menjadi penyemangatnya dalam menjalankan bisnis di kota kelahirannya, Jambi.

'Bekerjalah Sampai Idola Menjadi Pesaing Anda'
Ist
Ahmad Farhan Habibie, Founder Hans Group 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - "Bekerjalah sampai idola menjadi pesaing Anda." Moto itulah yang menjadi penyemangatnya dalam menjalankan bisnis di kota kelahirannya, Jambi.

Ahmad Farhan Habibie, Founder Hans Group, ia ingin menyampaikan kalimat penyemangat untuk dirinya, juga sampai kepada seluruh muda-mudi Jambi. Ia ingin melepas kekang pikiran yang mendoktrin sarjana harus jadi PNS atau jadi pegawai di perusahaan swasta.

Baca: Kasus Perambahan Hutan - Saksi Ahli: Perambahan dan Penggerak Miliki Konsekuensi Hukum yang Sama

Ia ingin memangkas kesenjangan sosial yang ada di Jambi dan ingin menunjukkan bahwa pemuda Jambi bisa berbisnis, apapun latar pendidikannya.

Berbekal pengalaman bisnis semenjak menempuh bangku kuliah hingga sekarang, menjadi salah satu entrepreneur muda di Jambi. Ia bersama temannya membangun Hans Group. Didalam perusahaan yang ia bangun terdapat coffe story, lecker kafe, chicken chat , Hans Pomade , yummy crispy dan kedai uncle bie yang dijalankan.

"Hans Group sudah berjalan selama setahun, yang lama itu lecker kafe, udah tiga tahun," ujarnya saat ditemui tribunjambi.com Senin (30/7).

Tidak mudah baginya untuk membangun semua usaha yang ia miliki saat ini, butuh perjuangan dan kerja keras, serta semangat pantang menyerah. Berkali kali ia jatuh dan berkali kali pula ia bangkit dari kegagalan dalam membangun usahanya.

Baca: Hingga Saat Ini Tercatat 168 Hektare Lahan dan Hutan yang Terbakar di Provinsi Jambi

Baca: Rakor Pengawasan Koperasi bagi Aparatur dan Gerakan Koperasi Kab/Kota se-Provinsi Jambi

Ia mulai memasuki dunia bisnis dari tahun 2009. Ia memulai bisnis dengan mencoba berjualan gelang dan es. Tetapi petualangannya yang sesungguhnya dimulai dari tahun 2012. Saat itu ia berada di kota Yogyakarta, menempuh bangku kuliah sebagai mahasiswa Universitas Islam Indonesia Yogyakarta, jurusan Teknik Sipil.

Tahun 2012, sembari kuliah ia juga membuka usaha yaitu berjualan pempek keliling. Hingga akhir tahun 2013 ia berhasil mendirikan kedai pempek. Setelah berhasil menjalankan kedai pempeknya, pada tahun 2014 ia juga berhasil mendirikan satu kafe di Jogja.

"Hingga tahun 2015 dan 2016 masih terus berjalan, dan tahun 2016 Saya memutuskan untuk ke Jambi dan membuka usaha juga di sini, akhirnya berdirilah lecker kafe tahun 2016," kenang pria kelahiran Jambi, Desember 1993.

Banyak yang bertanya padanya, jika ingin menjadi pengusaha kenapa tidak mengambil jurusan ekonomi atau bisnis. Dalam pikirannya, menjadi enterpreneur tidak ada syaratnya.

Baca: Kasus Perambahan Hutan -  Berikan Keterangan, Jaksa Hadirkan Dua Saksi Ahli

Baca: Gubernur DKI Jakarta Diklaim Langgar Aturan Perombakan Pejabat, Anies Sebut Komisi ASN Berpolitik

Baca: Kisruh di PDAM Tirta Mayang Sudah Diserahkan ke APIP

Halaman
12
Penulis: fitri
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved