Punya Banyak Manfaat, Menteri Susi dan Asosiasi Jantung Amerika Sarankan Makan Ikan

Selama ini kita tahu bahwa Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti sering kali memberi anjuran terkait konsumsi ikan.

Punya Banyak Manfaat, Menteri Susi dan Asosiasi Jantung Amerika Sarankan Makan Ikan
DayNurseries
ilustrasi 

TRIBUNJAMBI.COM - Selama ini kita tahu bahwa Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti sering kali memberi anjuran terkait konsumsi ikan.

Bahkan, Susi tak segan meminta masyarakat makan ikan melalui cuitan akun twitternya.

Ternyata tak hanya Susi yang sering menganjurkan hal ini. Asosiasi Jantung Amerika juga melakukan hal yang sama.

Mereka menganjurkan makan ikan setidaknya dua kali dalam seminggu sebagai bagian pola makan yang sehat. Makan ikan sebagai pola makan yang baik dibuktikan oleh sebuah riset terbaru.

Hasil penelitian itu menunjukkan bahwa manusia purbakala mungkin telah mengetahui manfaat makan ikan bagi kesehatan.

Menurut para pakar, ikan adalah sumber protein utama bagi manusia dari Zaman Batu yang hidup di Skandinavia selatan.

Jika ingin mengikuti diet Paleo yang otentik, yang berdasarkan apa yang dimakan nenek moyang kita dulu, maka kita harus memusatkan perhatian pada ikan.

Para peneliti dari Universitas Lund mengatakan itulah yang dimakan manusia yang hidup di Zaman Batu di Skandinavia sekitar 10.000 tahun yang lalu.

Temuan ini didapat setelah mengadakan analisis kimia atas tulang-tulang kerangka dari lebih 80 manusia prehistorik, yang ditemukan di Skandinavia.

"Apa yang kita makan menentukan siapa kita," ungkap Adam Boethius, pakar tulang dari Universitas Lund.

"Kami telah mempelajari isotop-isotop yang terdapat dalam tulang-belulang itu dan menyimpulkan jenis makanan apa yang mereka sukai," sambungnya.

Studi itu mempelajari peran berbagai sumber protein makanan manusia selama tiga ribu tahun, dari 10.500 sampai 7.500 tahun yang lalu.

"Ikan merupakan 50 sampai 70 persen makanan mereka. Jika menambahkan anjing laut, lumba-lumba, dan hewan mamalia laut lainnya, maka bisa dikatakan 70 sampai 100 persen makanan orang-orang zaman dulu itu berasal dari sungai atau laut," tegasnya.

Bahkan, di sebuah perkampungan di Swedia, lebih dari separuh pasokan protein berasal dari ikan. Termasuk, ikan yang diawetkan dengan ragi untuk dimakan kemudian hari.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa diet yang kaya protein ternyata baik untuk manusia lebih dari 10.000 tahun lalu. Artinya, hal yang sama bisa dijadikan bagian dari gaya hidup yang sehat masa kini.

Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved