Senin, 27 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Makin Ganas! Militer Indonesia Siap Beli 50 Unit Kendaraan Lapis Baja BTR-80 Rusia

Tidak hanya senjata, armada dan juga peralatan perang lainnya pun sebagai penunjang majunya sebuah militer suatu negara.

Penulis: Andreas Eko Prasetyo | Editor: Andreas Eko Prasetyo
Wikipedia
BTR-80 Rusia 

TRIBUNJAMBI.COM - Kekuatan militer suatu negara memang perlu ditunjang dengan kekuatan persenjataannya.

Tidak hanya senjata, armada dan juga peralatan perang lainnya pun sebagai penunjang majunya sebuah militer suatu negara.

Nah, Indonesia tengah mempertimbangkan pembelian 50 unit kendaraan lapis baja dari Rusia, Turki, atau Korea Selatan.

Hal tersebut diutarakan Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu.

Kendaraan militer ini rencananya akan dikerahkan untuk keperluan Korps Marinir TNI-AL.

Menurut sumber dari kementerian, selain BTR-80 Rusia, saat ini Indonesia tengah mempertimbangkan beberapa jenis unit lainnya, seperti ACV-19 FNSS Turki dan K21 Doosan Korea.

Baca: Ketika Prabowo Subianto Temui BJ Habibie dengan Emosi Usai Dicopot dari Jabatan Pangkostrad

Baca: Kisah Bergabungnya Denjaka, Kopaska dan Kopassus Tumpas Perompak Somalia yang Sandera WNI

Pemerintah dikabarkan akan mengalokasikan dana sekitar 95 juta dolar AS untuk pembelian kendaraan lapis baja tersebut.

Dikutip TribunJambi.com dari Garda Nasional, Ryamizard juga mengatakan bahwa kendaraan lapis baja yang akan dibeli nantinya tidak hanya digunakan di dalam negeri, tetapi juga untuk operasi internasional, seperti misi perdamaian PBB.

Keputusan akhir pembelian setidaknya dapat diketahui pada April mendatang.

Tantangan bagi pihak produsen nantinya adalah kemungkinan persyaratan untuk memasok 10 hingga 15 unit mobil pengangkut personel lapis baja dalam bentuk bongkar pasang (SKD).

Pada 2000 lalu Korps Marinir TNI-AL mengakusisi 12 BTR-80A. Kendaraan lapis baja itu bertugas dengan Detasemen Kavaleri di dalam Brigade Marinir I.

Baca: Ketika Pasukan Elite 3 Negara Persemakmuran Inggris Dibuat Malu Marinir TNI AL Zaman Soekarno

Baca: Tanpa Senjata Anggota Kopaska Ini Terobos Kapal Perang Malaysia, Lawan Dibuat Kocar-kacir

BTR-80 Indonesia dipersenjatai dengan meriam otomatis 2A72 kaliber 30 mm dan mitraliur PKT kaliber 7.62 mm.

BTR-80A memiliki daya angkut sepuluh orang, terdiri komandan, pengemudi, penembak, serta tujuh orang pasukan. Persenjataan di antaranya dilengkapi fasilitas perlindungan serangan senjata NBC (nuklir, biologi, kimia), sistem penembakan otomatis senjatanya, serta sistem kamuflase.

Persenjataan standard terdiri mitraliur atau submachine gun 2A72 (kaliber 30 mm dengan daya tembak 330 butir peluru per menit, yang dapat menembus baja tipis), senapan mesin PKT (kaliber 7,62 mm x 39 dengan untaian 2.000 butir peluru, jarak tembak 1.500 m), serta enam pelontar granat asap.

Baca: Sangar dan Disegani Musuh, Inilah Asal Muasal Topeng Tengkorak Kopaska, Pasukan Elit Milik TNI AL

IKUTI KAMI DI INSTAGRAM:

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved