Polres Muarojambi Ungkap Modus Pencurian 12 Motor di Sungai Bahar

Polres Muarojambi mengelar konferensi pers terkait dengan tindak pidana pencurian kendaraan bermotor di wilayah hukum Sungai Bahar.

Polres Muarojambi Ungkap Modus Pencurian 12 Motor di Sungai Bahar
Tribun Jambi/Samsul Bahri
Polres Muarojambi gelar konferensi pers tindak pencurian motor di Sungai Bahar, Selasa (24/7). 

Laporan Wartawan Tribun Jamb Samsul Bahri

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Polres Muarojambi mengelar konferensi pers terkait dengan tindak pidana pencurian kendaraan bermotor di wilayah hukum Sungai Bahar. Konferensi ini dilakukan di Polres Muarojambi, Selasa (24/7).

Konferensi pers ini langsung di pimpin oleh Kapolres Muarojambi, AKBP Mardiono yang didampingi oleh Kasatreskrim Polres Muarojambi, AKP Afrito Baro Baro, dan Kabag Ops Polres Muarojambi, Sopirin, Kapolsek Sungai Bahar, AKP Hardianto serta anggota lainnya.

Disampaikan oleh Mardiono bahwa penangkapan terhadap keenam tersangka dilakukan oleh anggota Satuan Reskrim Polsek Sungai Bahar.

Dalam penangkapan yang terjadi di Desa Marga Mulya, Kecamatan Sungai Bahar, Muarojambi, satreskrim berhasil mengamankan enam orang tersangka.

"Rata-rata modus kejahatan yang dilakukan adalah merusak kunci motor yang diparkir baik di depan rumah, di pinggir jalan dan di kebun," jelas Mardiono.

Dijelaskan oleh Kapolres Muarojambi, keenam nama tersebut yaitu PI (24) warga Desa Marga Mulya, Sungai Bahar, WD (20) warga Desa Tri Jaya, Bahar Selatan, DH (32) warga Desa Bungku, Batanghari, MU (32) warga Desa Suka Maju, Sarolangun, HA (30) Desa Tanjung Mulia, Bahar Selatan, dan AS warga Markanding, Bahar Utara.

Lebih lanjut Ia menjelaskan bahwa dari enam tersangka yang melakukan pencurian motor, dua orang tersangka melakukan dengan cara meminjam kendaraan. Namun, kendaraan yang dipinjam tersebut tidak dikembalikan.

"Untuk barang bukti yang sudah kita ambil dari pengembangan ada sekitar 12 unit roda dua, kendaraannya masih di Polsek Sungai Bahar. Nanti untuk tindak lanjut akan kita data siapa-siapa korban," ungkapnya.

Atas tindakan yang telah dilakukan oleh empat orang tersangka dikenakan Pasal yang 363 ayat 1 dengan ancaman hukuman pidana maksimal tujuh tahun. Sedangkan terkait dengan modus pengelapan akan disangkakan pasal 372 dengan ancaman hukuman empat tahun

"Untuk penangkapan pertama ada yang di curigai di unit 14 terkait dengan kriminal, setelah kita tangkap di unit 14 kita lakukan pengembangan," ungkapnya.

Penulis: samsul
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved