Pilpres 2019

Merasa Tak Ada Peluang Maju Pilpres 2019, Gatot: Semuanya Masih Cair

Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo mengatakan, peta politik terkini, hampir semua partai politik mengusung calon capres

Editor: Fifi Suryani
Gatot Nurmantyo mencium tangan SBY saat menghadiri acara buka puasa bersama di rumah Mantan Menko Perekonomian, Chairul Tanjung di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (2/5/2018) lalu 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo mengatakan, peta politik terkini, hampir semua partai politik mengusung calon capres dan wapres pilihannya. Gatot merasa peluangnya tertutup untuk bisa maju dalam Pilpres 2019.

Hal itu berdasarkan dinamika terakhir menjelang pendaftaran calon presiden-calon wakil presiden. Di sisi lain, ada syarat ambang batas pencalonan presiden, yakni parpol atau gabungan parpol harus mengantongi 20 persen kursi DPR atau 25 persen suara sah nasional untuk bisa mengusung pasangan capres-cawapres pada 2019.

Baca: Enam Ketua Umum Partai Usulkan Satu Nama Cawapres, Begini Respon Keterkejutan Jokowi

"Jadi semuanya penuh. Padahal syarat calon presiden adalah PT-nya 20 persen," ujar Gatot di JCC, Jakarta Pusat, Selasa (24/7/2018). "Secara logika politik kan enggak ada peluang gitu loh, bener kan? Tapi semuanya masih cair, saya menggunakan logika, keyakinan saya, iman saya bahwa takdir pasti akan datang. Untuk siapanya enggak tahu, kita tunggu," tambah Gatot.

Adapun soal peluang dirinya menjadi cawapres bagi Prabowo Subianto, Gatot mengaku belum bisa dipastikan. "Memang dikatakan dekat (dengan Prabowo), tapi sebenarnya belum ada yang pasti," ujar Gatot. Hingga saat ini, koalisi pendukung Prabowo belum memutuskan siapa cawapresnya.

Namun, masing-masing parpol menyodorkan kadernya untuk dipilih. PKS menyodorkan Ahmad Heryawan dan Salim Segaf Al Jufri. PAN ingin agar Ketua Umumnya Zulkifli Hasan jadi cawapres. Begitu pula dengan Demokrat yang ingin Agus Harimurti Yudhoyono bisa berduet dengan Prabowo. Belum ada peluang untuk membentuk poros baru di luar koalisi Jokowi dan Prabowo.

Baca: Tensi Hubungan dengan AS Makin Mendidih, China Luncurkan Paket Kebijakan Ekonomi Baru

Baca: PLN Siap Penuhi Listrik Industri dan Bisnis di Sulawesi, Teken Kontrak 2.029 MVA dengan 18 Investor

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved