Jumat, 10 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Kepala BKSDA Jambi: Populasi Harimau Tidak Bisa Dikatakan Terancam

Jika perburuan ini masih sering terjadi, dikhawatirkan populasi Harimau Sumatera akan terus berkurang.

Penulis: Rian Aidilfi Afriandi | Editor: Nani Rachmaini
tribunjambi/rian aidilfi afriandi
Ditreskrimsus Polda Jambi, masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait jaringan perburuan dan jual beli kulit Harimau Sumatera. 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Rian Aidilfi Afriandi

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Perburuan satwa liar yang dilindungi sepertinya masih marak terjadi.

Terbaru, penjual kulit anak Harimau Sumatera berhasil diamankan tim gabungan dari BKSDA dan Polda Jambi, Minggu (22/7) lalu.

Jika perburuan ini masih sering terjadi, dikhawatirkan populasi Harimau Sumatera akan terus berkurang.

Berdasarkan data yang disampaikan oleh Kepala Balai Konsevasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi, Rahmad Saleh, menyebutkan, bahwa populasi Harimau Sumatera banyak ditemukan di empat wilayah di Provinsi Jambi.

Yakni di Taman Nasional Berbak, Taman Nasional Bukit Duabelas, Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) dan Landscape Bukit Tiga Puluh.

Ia menyebutkan, dari survey yang dilakukan, ada 30-40 ekor Harimau Sumatera yang ditemukan di Taman Nasional Berbak. Lalu 10 ekor di Taman Nasional Bukit Duabelas.

"Dan masih banyak juga yang kita temukan di TNKS dan Landscape Bukit Tiga Puluh," sebutnya.

Terkait dengan populasi Harimau Sumatera yang berkurang akibat perburuan liar, Rahmad berujar, tidak bisa disebut terancam.

Menurutnya, dari data yang ada dan survey yang dilakukan masih ditemukan jejak dan keberadaan dari satwa dilindungi itu. "Kami terus melakukan survey. Paling intens di Taman Nasional Berbak," ujarnya.

Menurutnya, perburuan harimau ini dilakukan oleh kelompok tertentu. Lantaran, hasil penjualan dari bagian tubuh hewan buas itu menghasilkan uang yang cukup besar.

Pihaknya terus melakukan investigasi di lapangan, serta berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mencegah perburuan satwa liar yang dilindungi.

"Karena banyak juga yang ilegalnya. Jadi harus dibantu juga dengan masyarakat dan media jika ads indikasi perburuan hubungi ke call center kami," jelasnya. (*)

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved