BPOM Tarik 3 Obat untuk Hipertensi dan Gagal Jantung, Bisa Picu Kanker

Serangkaian penelitian telah dilakukan dan membuktikan bahwa zat valsartan sangat berbahaya bagi tubuh.

Obat tekanan darah pemicu kanker. (Medical Today) 

TRIBUNJAMBI.COM - Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) RI telah menarik dan menghentikan produksi peredaran obat tekanan darah hipertensi. Obat yang diperuntukkan bagi pasien gagal jantung itu, saat ini masih beredar di pasaran.

Penarikan obat asal Cina itu karena mengandung zat kimia yang memicu kanker, yaitu valsartan.

Dilansir dari Science Alert, obat itu telah ditarik secara global setelah regulator Amerika Serikat dan Eropa memperingatkan bahaya kandungan tersebut.

Zhejiang Huahai Pharmaceutical Company, sebagai produsen N-nitrosodimethylamine, telah mendapat peringatan sejak 5 Juli dari Food and Drug Administration/FDA Amerika Serikat.

Serangkaian penelitian telah dilakukan dan membuktikan bahwa zat valsartan sangat berbahaya bagi tubuh.

Dilansir dari Tribun Bali, hal ini dibenarkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI.

Surat edaran mengenai penarikan N-nitrosodimethylamine telah keluar dan beredar ke setiap daerah.

Obat yang telah beredar tersebut wajib ditarik dari peredaran dan diberhentikan produksinya, khususnya di Indonesia.

Baca: Rd H Rasich Hanif Radinal Dinobatkan Jadi Raja Galuh, Keturunan Ke-17 Prabu Haur Koneng

Baca: Apa yang Menarik dari Kawah Ijen Hingga Api Obor Asian Games Harus Singgah? Ini Ternyata

Baca: MotoGP Ceko 2018 - Akhirnya Permintaan dan Impian Valentino Rossi Dipenuhi Movistar Yamaha

Menanggapi hal tersebut, Kepala BPOM Denpasar, I Gusti Ayu Adhi Aryapatni mengatakan pihaknya beserta BPOM RI telah menjalankan instruksi penarikan secara sukarela dari industri farmasi (voluntary recall).

"Ya, kita juga sudah mulai melaksanakan instruksi penghentian peredaran produk ini kepada Industri Farmasi yang ada. Dalam hal ini juga sudah diinformasikan melalui tenaga kesehatan profesional melalui asosiasi seperti Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) dan lain-lain. Nanti kami juga akan memonitoring dalam proses penarikannya," kata dia, Jumat (13/7/2018).

Halaman
12
Editor: duanto
Sumber: Nakita
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved