Berani Lakukan Tantangan #inmyfeelings di UEA? Siap-siap Didenda Rp 7,8 Juta

Otoritas Uni Emirat Arab ( UEA) telah mengeluarkan larangan melakukan tantangan sebuah tarian

Berani Lakukan Tantangan #inmyfeelings di UEA? Siap-siap Didenda Rp 7,8 Juta
TRIBUN JAMBI/TOMMY KURNIAWAN

TRIBUNJAMBI.COM- Otoritas Uni Emirat Arab ( UEA) telah mengeluarkan larangan melakukan tantangan sebuah tarian yang tengah viral.

Tantangan yang disebut tarian #InMyFeelings ini sedang banyak ditirukan oleh orang di seluruh penjuru dunia untuk kemudian diunggah ke media sosial.

Tantangan #InMyFeelings adalah salah satu tantangan yang sedang populer di kalangan pengguna media sosial saat ini.

Tantangan ini terinspirasi dari lagu berjudul In My Feelings yang dipopulerkan penyanyi dan rapper asal Kanada, Drake.

Seorang pria saat tengah melakukan tantangan #InMyFeelings.(GULF NEWS / INSTAGRAM)
Seorang pria saat tengah melakukan tantangan #InMyFeelings.(GULF NEWS / INSTAGRAM) ()

Ide dari tantangan ini adalah keluar dari dalam mobil yang sedang melaju pelan, membuka pintu dan menari di samping mobil yang masih bergerak.

Kemudian video tarian direkam dari dalam mobil yang bergerak.

Tantangan ini, oleh otoritas UEA dianggap dapat memicu kecelakaan dan membahayakan orang lain sehingga kemudian dilarang untuk dilakukan di wilayah emirat.

Warga yang kedapatan melanggar larangan ini akan dijatuhi hukuman mulai dari denda sebesar 2.000 dirham UEA (sekitar Rp 7,8 juta), mendapat 23 poin hitam pada SUrat Izin Mengemudi, hingga kendaraan yang disita selama 60 hari.

"Undang-undang larangan ini memberi kewenangan kepolisian untuk menahan siapa pun pihak yang mengendarai kendaraan mereka dengan cara yang berbahaya bagi masyarakat," kata pengacara Emirat, Yousuf al-Bahar kepada situs berita online.

Melansir dari Al Arabiya, warga yang masih nekat menirukan tantangan ini dapat dituntut menggunakan Undang-undang Federal nomor 12 tahun 1995.

Selain itu, ditambah dengan undang-undang Federal Penal Code nomor 3 1987 tentang membahayakan hidup orang lain.

"Polisi dapat menahan dengan tuduhan menyebabkan cedera atau kematian pada pihak lain."

"Atau mengemudi di bawah pengaruh alkohol atau obat-obatan dan kehilangan kendali atas kendaraan," kata Bahar.

Letnan Kolonel Jamal Salem Al Ameri, pakar lalu lintas di Abu Dhabi, mengatakan kepada surat kabar Emarat Al Youm, bahwa pengendara yang masih melakukan tantangan tersebut akan dapat dihukum dengan undang-undang lalu lintas UEA.

Dia turut menekankan, individu harus mematuhi peraturan keselamatan dalam berlalu lintas, serta tak lupa mengenakan sabuk pengaman dan menghindari keluar dari kendaraan saat masih melaju dengan alasan apa pun.

Editor: rida
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved