Begini Cara Membuat Kulit Harimau KW di KPIK Sloko Betua
Proses pengolahan limbah kulit kambing menjadi replika kulit harimau yang indah butuh ketelitian.
Penulis: Abdullah Usman | Editor: Teguh Suprayitno
Laporan Wartawan Tribun Jambi Abdullah Usman
TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BULIAN - Proses pengolahan limbah kulit kambing menjadi replika kulit harimau yang indah butuh ketelitian.
Dikatakan Ketua KPIK Sloko Betua, Yahya Mulya kepada trobunjambi.com, tahap awal proses pembuatan harus melalui tahap penyamakan (samak) atau penyampulan memakan waktu selama dua hari.
"Namun untuk menyamak sendiri harus menggunakan alat khusus dan harus dilakukan di luar kota. jadi kita hanya pewarnaan saja dan pemolesan motifnya saja," ujar Yahya Kepada Tribunjambi.com. Selasa (24/7).
Dalam proses pewarnaan sendiri bisa memakan waktu 3-4 hari. Untuk pewarnaan sendiri dilakukan secara manual dengan menggunakan sikat gigi dan memakai chat khusus yang dirahasikan.
Dikatakannya pula, untuk replika kulit harimau ini masih dalam percobaan, belum produksi. Untuk satu lembarnya dibandrol Rp 1 juta.
Meski belum bisa melakukan pengolahan untuk kerajnian namun dirinya sudah menerima untuk prmbuatan motif lainnya.
"Harapannya melalui kerajianan ini perburuan satwa liar dapat dikurangi," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/gareng-perajin-olahan-bahan-limbah-kulit_20180724_110921.jpg)