Cultural Visit Media Gathering 2018

Sensasi Mengarungi Sungai Elo 12,5 Kilometer

Hanya menatap aliran saja, lelah dan penat rasanya langsung hilang. Di ujung sana, bebatuan memecah arus sungai

Penulis: Suang Sitanggang | Editor: Suang Sitanggang
ist
Peserta Cultural Visit 2018 saat rafting di Sungai Elo 

“Kedalaman sungai hanya sebatas dada bebek. Nanti lihat kalau bebek di atas sungai, kepalanya masih kelihatan,” ujarnya disambut tawa peserta. Lebih dari 15 menit Gufron menyampaikan cara-cara dalam rafting.

Dia memastikan Sungai Elo aman untuk diarungi. Hanya saja peserta harus ikut dengan petunjuk dari pendamping yang akan ikut di setiap perahu. Bahkan untuk anak-anak juga aman, namun butuh perlindungan ekstra. “Semua pemandu di sini sudah berpengalaman,” ucapnya.

Semua peserta dibagi dalam kelompok. Satu kelompok terdiri dari empat orang. Setiap kelompok akan bergabung di satu perahu, didampingi seorang pemandu profesional.

Saya dan rekan satu kelompok mendapatkan pemandu bernama Solihin. Pria ini ternyata tak kalah kocak dari Gufron.

Pria yang dipanggil Lihin itu langsung mengajak empat peserta Culvis 2018 mulai mendayung saat semuanya sudah duduk di posisi masing-masing. Dia mulai menjelaskan tentang Sungai Elo.

Dijelaskannya lintasan untuk rafting itu sekitar 12,5 kilometer, dan ditempuh antara 2,5-3 jam.

Arus Sungai Elo yang kami lewati tergolong tidak terlalu deras. Lihin bilang lintasan ini memang untuk pemula. Dia terus mengajak bercerita, dan sesekali melakukan tindakan ‘nakal’ dengan mencoba menceburkan yang di perahu di tempat yang aman. Namun itu hanya untuk keseruan.

Keseruan sesungguhnya terasa saat melewati rintangan-rintangan, yakni saat berada di sekitar bebatuan yang memecah sungai, dan juga melewati titik yang tiba-tiba lebih landai.

Berteriaklah sepuasnya saat melewati rintangan-rintangan, agar semua beban terlupakan. Arung jeram bukan mencari bahaya, tapi menikmati kehidupan di alam yang nyata, menjelajahi eksotismenya.

Keseruan di tengah-tengah mengarungi sungai terhenti sejenak saat Solihin membawa perahu karet menepi, dan beristirahat sejenak di rest area.

Peserta Culturan Visit Media Gathering 2018 rafting di Sungai Elo
Peserta Culturan Visit Media Gathering 2018 rafting di Sungai Elo (ist)

Di lokasi ini telah tersaji jajanan tradisional berupa kelapa muda yang segar dan gorengan. Tinggal nikmati, sebab semua sudah dibayar satu paket saat menggunakan jasa CitraElo untuk rafting.

Menyeruput air kelapa muda setelah tubuh berjibaku di atas perahu akan membuat tubuh terasa lebih segar. Tidak sampai setengah jam di rest area. Semua kembali meluncur menuju titik akhir.

Selama perjalanan mengarungi Sungai Elo, ada satu titik yang paling seru melintasinya, yakni di sebuah lokasi yang hanya bisa dilewati pas satu bodi perahu karet.

Bila salah dalam melewatinya maka perahu akan tersangkut, dan orang-orang yang di atasnya bisa tercebur. Namun kelihaian para skipper atau pemandu di Citra Elo membuat semua peserta melewatinya dengan baik.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved