Puisi Bung Karno untuk Fatmawati, 'Begini, Fat. Sebenarnya aku sudah jatuh cinta padamu'

Saat itu, Fatmawati berniat ingin minta nasihat, tapi kok malah ditembak dengan pernyataan cinta oleh Bung Karno.

Puisi Bung Karno untuk Fatmawati, 'Begini, Fat. Sebenarnya aku sudah jatuh cinta padamu'
ist
Soekarno dan Fatmawati 

Dengan penuh keheranan, ia menjawab. “Bagaimana Fat cinta pada Bapak? Bukankah Bapak mempunyai anak dan istri?”

Sukarno kemudian bercerita, selama 18 tahun menikah dengan Inggit Garnasih, mereka tidak punya anak. Istri pertamanya pun diceraikan dalam keadaan masih suci.

Baca: Menyamar, 30 Anggota Kopassus Obrak-abrik Markas Musuh dan Bikin 3.000 Pemberontak Bertekuk Lutut

Baca: Daftar Bursa Transfer Liga Spanyol 2018-2019 - Barcelona dan Real Madrid Masih Anteng

Ia juga kerap ditanya oleh sang ibunda kapan diberi cucu lelaki, sedangkan kakak perempuannya telah punya empat putra laki-laki.

Lepas dari itu, Fat sebenarnya mencintai Bung Karno. Namun ia tak mau dipoligami.

“Aku baru akan menyetujui apabila Bung Karni bercerai baik-baik dengan Ibu Inggit. Aku tidak dapat menerima poligami. Aku tidak akan dimadu,” ujarnya dalam buku Fatmawati Sukarno, The First Lady yang ditulis Arifin Suryo Nugroho.

Inggit pun setai tiga uang. Ia memilih bercerai daripadai dimadu.

Akhirnya, Sukarno mengembalikan Inggit ke rumah orangtuanya di Bandung agar bisa menikahi Fatmawati.

Puisi Bung Karno untuk Fat

Perasaan Sukarno kepada Fat begitu bergelora. Salah satunya terwujud dalam penggalan puisi romantis yang dipetik dari surat cinta Bung Karno berikut ini:

"Fatma yang menyinarkan cahaya, terangi selalu jalan jiwaku supaya sampai di bahagia raja

Dalam surganya cinta kasihmu, dari ribuan dara di dunia, kumuliakan engkau sebagai dewiku

Kupuja dengan nyanyian mulia, kembang dan setanggi dupa hatiku, engkau menjadi terang di mataku,

Engkau yang akan memungkinkan aku, melanjutkan perjuanganku yang mahadahsyat"

Pada 1943, Sukarno sudah kembali ke Jakarta dari pembuangan di Bengkulu. Rasa rindunya kepada Fatmawati terus membuncah.

Halaman
1234
Editor: duanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved