Ini Gejala Difteri dan Cara Pencegahannya, Pesan Berantai WA Semarang Zona Merah Itu Hoaks

Difteri adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphtheriae. Anda musti mengetahui tentang penyakit ini.

Ini Gejala Difteri dan Cara Pencegahannya, Pesan Berantai WA Semarang Zona Merah Itu Hoaks
Ilustrasi: Ruang isolasi sementara disiapkan RSUD Mataram di Instalasi Gawat Darurat (IGD) jika ada pasien difteri, 26 Desember 2017.(KOMPAS.com/Fitri) 

TRIBUNJAMBI.COM - Beredar pesan melalui aplikasi Whatsapp (WA) bahwa Kelurahan Genuksari di Kota Semarang masuk Zona Merah penyebaran penyakit difteri, Jumat (20/72018).

Pesan itu juga memberikan peringatan kepada masyarakat untuk tidak melewati jalan Dong Biru, Genuksari. Pesan itu mencantumkan Fakultas Kedokteran Unissula sebagai pemberi informasi.

Dilansir tribunjambi.com dari tribunjateng.com, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, menegaskan bahwa informasi yang viral melalui WA tersebut tidak benar.

"Itu hoaks! Memang ada kasus difteri di sana, tapi itu sudah ditangani oleh sedulur-sedulur Dinas Kesehatan Kota Semarang. Sehingga tidak ada yang namanya zona merah, apalagi sampai tidak boleh lewat di daerah itu," jelas Wali Kota Semarang yang biasa disapa Hendi tersebut.

Dia juga menceritakan bahwa kasus difteri yang terjadi Genuksari sejak Juni-Juli 2018 diderita oleh tujuh anak. Dari tujuh anak tersebut, lima dinyatakan masih dirawat sedangkan dua meninggal dunia.

"Jadi tujuh anak tersebut saat bayi dulu tidak diimunisasi karena orang tuanya menolak, sikap itu sungguh kami sesalkan," ungkap Hendi.

"Selama tidak menolak diimunisasi tidak perlu khawatir, karena pencegahan utama difteri adalah imunisasi, dan ketersediaan vaksin untuk difteri di Kota Semarang sangat cukup," tegasnya.

Baca: Petinggi TNI Terkejut Lihat Aksi Benny Moerdani yang Banting Baret Merah Koppassus, ini Alasannya

Baca: 8 Fakta Temuan Jasad Bayi Malang di Merangin, Sempat Dikira Boneka, Tapi Kondisinya

Baca: Saifudin dan Annisa Mengaku Tidak Tahu-menahu Ada Pembagian Uang

Hendi juga menuturkan adapun upaya yang telah dilakukannya untuk menangangi kasus difteri di Genuksari salah satunya dengan melakukan ORI (Outbreak Response Immunization) kepada semua anak di Kelurahan Genuksari.

"Selain itu Dinas Kesehatan Kota Semarang juga telah memberikan profilaksis kepada kontak penderita, serta memberikan erytromicin ke kontak penderita dan pengambilan swab tenggorok ke kontak penderita," ujarnya.

Humas Fakultas Kedokteran Unissula, Purwito Soegeng Prasetijono, mengatakanFakultas Kedokteran Unissula menyatakan tidak pernah merilis imbauan kepada masyarakat terkait pentingnya menggunakan masker saat melewati Jalan Dong Biru.

Halaman
123
Editor: duanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved