Bagaimana Eksistensi Radio di Era Digital? Begini Komentar Para Penyiar

Suara merdu dari sang penyiar mampu menarik telinga para pendengarnya untuk tetap setia.

Penulis: Nurlailis | Editor: Teguh Suprayitno
istimewa
penyiar radio di Jambi 

Mengenai suka duka ia menyebutkan pasti segala hal ada suka dukanya. “Kalau lagi ga mood sebagai penyiar harus bisa menyembunyikan. Harus akting kalau kita baik-baik saja,” ungkapnya.

Sebelumnya bahkan ia tidak pernah mendengar radio. Ia pun berharap suatu saat dapat siaran bersama Nycta Gina.

Menurut seorang mahasiswi Ariayani, profesi penyiar radio saat ini sudah tidak terlalu banyak diminati saat ini dikarenakan minat masyarakat untuk mendengarkan radio sudah mulai berkurang. Biasanya profesi penyiar radio hanya dijadikan sebagai pekerjaan sampingan.

Saya sendiri tidak terlalu sering mendengarkan radio. Kira-kira hanya satu atau dua bulan sekali ketika ada siaran radio dengan tema yang menarik minat saya.

Alasan saya mendengarkan radio adalah untuk menghilangkan rasa jenuh dan juga untuk mendapatkan informasi yang saya inginkan jika ada tema siaran yang saya minati.

Menurut saya kemajuan teknologi, munculnya gadget dan sosial media membuat masyarakat khususnya generasi muda tidak terlalu tertarik lagi untuk mendengarkan radio.

Sumber: Tribun Jambi
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved