Sampah Menumpuk di Kerinci, Pj Sekda Kerinci Mengakui, Ini Katanya

Persoalan banyaknya sampah yang menumpuk dan berserakan. Bahkan jarang diangkut oleh petugas lingkungan hidup Kabupaten Kerinci

Penulis: Herupitra | Editor: Nani Rachmaini
tribunjambi/hendri dede putra
Ilustrasi. 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Herupitra

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Persoalan banyaknya sampah yang menumpuk dan berserakan. Bahkan jarang diangkut oleh petugas lingkungan hidup Kabupaten Kerinci, di setiap kecamatan dalam kabupaten Kerinci, masih menjadi keluhan sejumlah masyarakat.

Pantauan di beberapa jalan dan TPS terlihat sampah yang berserakan dan menumpuk dan tidak ada diangkut dari petugas Lingkungan Hidup. Seperti jalan Koto Petai-Koto Salak dan jalan Tanjung Tanah, kecamatan Danau Kerinci.

Pj Sekda Kerinci yang juga menjabat Kadis Lingkungan Hidup Kabupaten Kerinci, Gazdinul Gazam, membenarkan hal tersebut. Dia mengatakan menumpuknya sampah karena armada pengangkut sampah di kabupaten Kerinci masih sangat kurang. Sebab saat ini kabupaten Kerinci hanya memiliki 8 unit mobil sampah.

"Ya, betul, karena kawasan kita luas 16 kecamatan, kita sudah melaksanakan tugas itu, tapi sarana yang ada terbatas, kita hanya memiliki 8 unit untuk melayani pengakutan sampah, sehingga satu unit mobil melayani 2 kecamatan. Kalau minimalnya 1 kecamatan 1 mobil," jelasnya.

Tidak hanya mobil sampah yang masih kurang, lanjutnya, saat ini pihaknya masih kekurangan bak tempat pembuangan sampah, seperti kontener dan TPS masih kurang. Selain itu tenaga petugas kebersihan pun masih kurang termasuk upah yang diterimanya tidak sesuai dengan tugasnya.

"Karena anggaran kita terbatas, jadi kita tidak bisa berbuat banyak. Tapi kita akan upayakan pada tahun 2019 mendatang anggarannya bisa ditambah terutama untuk mobil sampah," ujarnya.

Sedangkan untuk tempat Pembuangan akhir, kata Gazdinul Gazam, saat ini pihak dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sudah melakukan observasi dan kunjungan terhadap tempat pengolahan sampah untuk tempat pembuangan akhir secara regional antara Kabupaten Kerinci dan Sungaipenuh.

"Ini sedang dipelajari pusat, kita tunggu tindak lanjut dari kementerian, sebab saat ini saat ini tempat pembuangan akhir sederhana dan belum ada pengolahan limbah sampahnya," tandasnya.(*)

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved