Subhanallah Menabung 30 Tahun di Celengan Kucing, Tukang Pijat Ini Akhirnya Bisa Naik Haji
Ungkapan jika Tuhan berkehendak maka tak ada satupun yang dapat menghalangi, bisa saja berlaku di kota kecil di Propinsi
TRIBUNJAMBI.COM- Ungkapan jika Tuhan berkehendak maka tak ada satupun yang dapat menghalangi, bisa saja berlaku di kota kecil di Propinsi Sumatera Selatan, Kota Prabumulih.
Di kota minyak itu seorang nenek berusia 70 tahun bernama Damiati yang sehari-hari berprofesi sebagai tukang pijat, berkesempatan berangkat haji pada musim haji tahun 2018 ini bersama puluhan jemaah haji lainnya asal kota tersebut.
Dengan wajah sumringah bahagia, nenek Damiati menceritakan awal mula ia mulai menabung sedikit semi sedikit uang upah memijat yang ia terima dari pelangganya yang meminta dipijat olehnya.
Nenek Damiati mengaku dirinya mulai menabung sejak 30 tahun lalu atau sejak tahun 1988.
Berawal dari niat untuk pergi berhaji ke tanah suci nenek Damiati mulai menyimpan uang upah memijat yang jumlahnya tidak seberapa dalam sebuah tabungan berbentuk kucing di rumahnya.
Setelah jumlahnya dirasa cukup barulah nenek Damiati mendaftarkan diri.

Baca: Juara Dunia Usai Kalahkan Duo Sprinter Unggulan Amerika Serikat, 7 Hadiah Ini Diberikan Untuk Zohri
Baca: Untuk Pertama Kalinya, Angka Kemiskinan Indonesia Dibawah 10 Persen
Nenek Damiati sendiri mendaftar tahun 2011 lalu.
Alhamdulilah tahun 2018 ini nenek damiati mendapat pemberitahun bahwa ia mendapat jatah kursi tahun 2018 ini.
“Saya bersemangat untuk pergi ke tanah suci, lalu sejak 1988 saya mulai menabung dari uang upah memijat, sebenarnya saya ingin pergi bersama suami tapi ia sudah mendahului saya,” katanya

Nenek Damiati sendiri rajin mengikuti bimbingan haji yang diselengarakan kantor bimbingan ibadah haji (KBIH) tempat ia mendaftar.
Ia bahkan pergi sendiri ke masjid tempat bimbingan dilaksanakan dengan mengendarai ojek dari rumahnya di Jalan Nigata Kelurahan Anak Petai Kecamatan Prabumulih Utara Kota Prabumulih .
Seluruh materi dari tata cara berhaji hingga bagaimana cara menjaga kesehatan fisik ia ikuti dengan semangat di sela-sela aktivitas memijat yang masih ia tekuni.
Nenek Damiati juga pergi sendiri ke masjid pertamina Prabumulih untuk mengambil perlengkapan tas yang akan digunakan saat berhaji nanti.
“Saya menabung dari upah memijat kadang 20 ribu rupiah, kadang 30 ribu, tergantung berapa orang memberi, dan saya selalu berdoa agar niat saya untuk pergi haji dikabulkan Allah ” katanya.
Untuk menjaga fisiknya setiap pagi nenek Damiati selalu berolah raga usai sholat subuh dengan cara berjalan kaki di sekitar rumahnya.
Yulius, warga Prabumulih yang kerap datang untuk pijat ke rumah nenek Damiati merasa kaget mengetahui nenek Damiati akan pergi haji tahun ini.
Yulius mengaku kagum sebab meski berprofesi sebagai tukang pijat namun nek Damiati mampu pergi haji meski harus menabung selama 30 tahun.
“saya dan keluarga sudah lama jadi pelanggan nek Damiati untuk pijat, terutama saat badan lelah atau capek, saya terkejut mengetahui nek Damiati akan pergi haji, sebab sehari-hari saya tahu ia hanya bekerja menjadi tukang pijat, ini harus jadi motivasi bagi yang lain terutama anak muda agar terus berusaha jika ingin pergi haji,” katanya
Nenek damiati sendiri berharap agar niatnya pergi melaksanakan ibadah haji tahun ini berjalan lancar dari pemberangkatan hingga pulang nanti.