Sempat Hentikan Final Piala Dunia 2018, Pussy Riot Lari Masuk Lapangan Saat Kroasia 'Menyerang'

Bila kamu menyaksikan siaran langsung Final Piala Dunia 2018, kemarin, Sabtu (15/7/2018), pastinya kamu melihat insiden yang

Sempat Hentikan Final Piala Dunia 2018, Pussy Riot Lari Masuk Lapangan Saat Kroasia 'Menyerang'
Aksi anggota band Pussy Riot di lapangan saat final Piala Dunia 2018, Senin (16/7) dini hari WIB. (instagram/wearepussyriot) 

Pussy Riot adalah sebuah grup musik punk rock wanita asal Moskow, Rusia, yang dikenal karena pentas pertunjukan dadakan politik provokatifnya mengenai kehidupan politik Rusia.

Mereka membuat panggung di lokasi-lokasi yang tidak biasa, seperti di atas sebuah bis, di halaman gereja, atau pada perancah di Moscow Metro.

Aksi panggung Pussy Riot
Aksi panggung Pussy Riot 

Baca: Alhamdulillah Pamer Foto Hasil USG, Ardina Rasti Umumkan Kehamilan Anak Pertamanya

Pada tanggal 21 Februari 2012, empat anggota grup musik ini menggelar pertunjukan di depan Katedral Kristus Juru Selamat di Moskow, yang merupakan gereja Ortodoks terpenting di ibukota Moskow.

Mereka menentang kembalinya Vladimir Putin yang kala itu menjabat perdana menteri, untuk memegang jabatan presiden.

Penampilan mereka yang kontroversial ini terutama sekali adalah mengenai video aksi protes yang diposting di internet, dengan lagu yang dialih suara menjadi "Bunda Maria, perawan suci, usirlah Putin.“

Setelah terpilih sebagai presiden, Putin secara terbuka mengatakan kemarahan atas tampilan aksi protes tersebut.

"Saya harap, itu tidak akan pernah terulang kembali,“ kata Putin pada tanggal 7 Maret 2012.

Anggota Pussy Riot Nadezhda Tolokonnikova, Maria Alyokhina, and Yekaterina Samutsevich, ditahan Maret 2012.
Anggota Pussy Riot Nadezhda Tolokonnikova, Maria Alyokhina, and Yekaterina Samutsevich, ditahan Maret 2012. (AP Images)

Pussy Riot yang getol memperjuangakan pengakuan hak kaum homoseksual juga pernah mencoba tampil di seputaran arena Olimpiade musim dingin di Sochi, Rabu (19/02/2014).

Baca: Jadi Kiper Terbaik Piala Dunia 2018, Chelsea Tawarkan Kenaikan Gaji Hingga Rp 3,8 Miliar

Enam anggota kelompok Pussy Riot -5 wanita dan 1 pria- diserang setidaknya 10 anggota kelompok milisi Kosak. Seorang penyerang menggunakan semprotan bubuk merica, sementara penyerang lainnya merusak peralatan musik serta meringkus para anggota Pussy Riot.

Di sisi lain, Pussy Riot mendapat dukungan dari banyak pihak di dunia internasional. Pejabat pemerintahan dari berbagai negara dan artis internasional mengkritik cara Pemerintah Rusia menangani Pussy Riot.

Halaman
123
Editor: ekoprasetyo
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved