Baku Tembak di Jalan Kaliurang
Terduga Teroris Jalan Kaliurang Pakai Celurit Sandera Qotimah, Begini Kisahnya Bisa Lolos
Warga Jalan Yogyakarta, Sabtu (14/7/2018) dikejutkan dengan terjadinya baku tembak di Jalan Kaliurang.
TRIBUNJAMBI.COM - Warga Jalan Yogyakarta, Sabtu (14/7/2018) dikejutkan dengan terjadinya baku tembak di Jalan Kaliurang.
Densus 88 anti teror dilaporkan melakukan penangkapan terhadap sejumlah terduga teroris.
Pada penggerebekan tersebut sempat terjadi baku tembak, bahkan warga nyaris menjadi korban.
Seorang warga RT 01/RW 44 Gondangan, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman Qotimah (35) sempat disandera oleh seorang terduga teroris.
Beruntung, setelah berontak, Qotimah bisa lepas dan berlari menyelamatkan diri.
"Kakak ipar saya ada di dalam rumah, lalu ada suara seperti tabrakan terus keluar. Ternyata ada truk menabrak garasi itu," ujar Biworo (36) warga Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman saat ditemui di lokasi, Sabtu (14/07/2018).
Biworo adalah adik ipar Qotimah yang nyaris menjadi sandera terduga teroris.
Menurut Biworo, saat keluar rumah, Qotimah melihat sopir truk lari minta tolong.
Setelah itu ada satu lagi orang yang di dalam truk juga keluar.
"Dia bawa senjata celurit. Kakak ipar saya tidak sempat lari, terus dihampiri dan celurit di lingkarkan ke leher. Saat menyandera kakak, orang itu sempat tanya temannya lari ke arah mana," tutur Biworo.
Di tengah ancaman celurit, Qotimah berusaha berontak dan melawan.
Beruntung, Qotimah berhasil lepas dan langsung lari menjauh menyelamatkan diri.
"Kakak saya lari minta tolong, sempat terjatuh. Terus ada dua orang, mungkin polisi tapi berpakaian preman, datang dari arah Barat yang menolong," kata dia.
Menurut Biworo, polisi sempat mengepung terduga teroris.
Polisi juga mengevakuasi warga yang ada di dalam rumah.
"Sempat dikepung ya sekitar hampir 2 jam dari sebelum magrib," ucapnya.
Pengamatan Kompas.com kaca bagian depan rumah milik Qotimah pecah.
Beberapa perabot yang berada di bagian dalam rumah juga berantakan.
Pecahan kaca terlihat berserakan di lantai.
Kaca mobil Agya warna merah yang terparkir di depan rumah juga pecah.
"Saya tidak tahu posisinya (terduga teroris) lari ke dalam rumah atau gimana saat dikepung. Kalau kaca mobil ini seperti terkena proyektil peluru," cerita dia.
Diberitakan sebelumnya, Densus 88 melakukan penangkapam terhadap tiga orang terduga teroris di Jalan Kaliurang Km 9,5 di depan Kantor Balai Desa Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman.
Tewas Karena Melawan
Tiga orang terduga teroris tewas karena melawan saat hendak ditangkap.
Tiga terduga teroris tewas akibat tembakan petugas Densus 88 Antiteror di Jalan Kaliurang Km 9,5, Sleman, Yogyakarta.
Tembakan terpaksa dilepaskan karena pada saat disergap, mereka melakukan perlawanan dan penyerangan terhadap petugas dengan parang dan senjata api.
"Karena sangat membahayakan nyawa petugas dan masyarakat, maka ketiga terduga teroris terpaksa dilakukan tindakan tegas terukur yang akibatnya 3 terduga teroris meninggal dunia," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Mohammad Iqbal, dalam keterangan yang diterima Kompas.com, Sabtu (14/7/2018).
Iqbal mengatakan, 2 petugas Densus mengalami luka-luka di tangan akibat serangan tersebut.
Saat ini, ketiga jenazah terduga teroris dibawa ke RS Bhayangkara, Yogyakarta.
Sebelumnya, Jalan Kaliurang Km 9,5 baik yang arah Utara maupun ke Selatan dilaporkan ditutup oleh Kepolisian.
Kepala Desa Sardonoharjo Herjuno Wiwoho mengatakan, polisi yang berjaga di lokasi kejadian jumlahnya cukup banyak. Polisi ada yang mengenakan pakaian dinas dan berpakaian biasa.
"Polisi yang di lokasi saya lihat membawa laras panjang. Tapi saya tidak tahu kasus perampokan atau teroris," katanya, Sabtu.
Ia juga mengatakan, sebelum jalan ditutup, terdengar suara tembakan dan ada dua orang tergeletak di tengah jalan, tepatnya di depan Kantor Balai Desa Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman.
Awalnya, sekitar pukul 17.30 Wib dirinya mendapat informasi dari warga jika ada kejadian di Jalan Kaliurang Km 9,5.
"Saya masih di rumah, terus ada warga yang memberitahu kalau ada kejadian," tuturnya.
Usai mendapat informasi, dirinya langsung menuju lokasi untuk mengecek. Sesampainya di lokasi, dirinya melihat di jalan sudah banyak anggota polisi.
"Di lokasi sempat mendengar dua kali suara tembakan, saya nggak boleh mendekat. Tapi saya dari kejauhan melihat ada dua orang tergeletak di tengah jalan, tidak tahu mereka siapa," urainya.
Dari pengamatan Kompas.com, sekitar pukul 19.00 Wib, terlihat mobil Gegana Jibom dari arah Selatan masuk melintasi garis polisi, ke lokasi kejadian.
Jalan Kaliurang Km 9,5 hingga pukul 19.55 Wib masih ditutup untuk kendaraan. Polisi masih berjaga di lokasi kejadian. Warga masyarakat juga tampak berkerumun di belakang garis polisi.
Sementara dua orang yang tergeletak di tengah jalan sudah tidak terlihat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/suasana-lokasi-di-jalan-kaliurang_20180714_211818.jpg)