BKSDA Hitung Populasi Buaya di Tanjab Timur

Saat ini kata Faried, pihaknya belum mengetahui secara pasti berapa jumlah buaya yang masuk kategori membahayakan.

BKSDA Hitung Populasi Buaya di Tanjab Timur
ist
Hingga hari ke empat perburuan pada Sabtu (14/7/2018) pukul 21.00 Wib malam, akhirnya warga Teluk Dawan Muara Sabak berhasil menangkap satu ekor anak buaya kecil dan satu ekor iduk buaya besar.

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Zulkifli

TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK - Khawatir kejadian pembantaian ratusan buaya penangkaran seperti di Papua Barat, BKSDA Provinsi Jambi secepatnya akan melakukan penghitungan, terhadap populasi buaya di Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Terlebih masyarakat Tanjabtim memprediksi, jumlah buaya di yang ada mencapai ratusan ekor.

“Secepatnya akan kita lakukan penghitungan. Kemungkinan Agustus nanti, jika jumlahnya memang terlalu banyak dan membahayakan, akan kita panen,” bilang Faried, Kepala Seksi Wilayah III BKSDA Provinsi Jambi, Minggu (15/7).

“Persoalan buaya memang lagi hebohnya sekarang. Di Papua Barat saja, ratusan buaya dibantai warga setempat. Padahal buaya itu di penangkaran,” terangnya.

tim BKSDA Jambi melihat sungai Teluk Dawan
tim BKSDA Jambi melihat sungai Teluk Dawan (Tribun Jambi/Zulkifli)

Penghitungan populasi buaya di Kabupaten Tanjabtim, akan dilakukan menyeluruh. Khususnya di beberapa lokasi habitat buaya, seperti di Kecamatan Dendang dan Nipah Panjang.

“Kecuali di kawasan konservasi TNB. Karena itu bukan wewenang kita,” ujarnya.

Saat ini kata Faried, pihaknya belum mengetahui secara pasti berapa jumlah buaya yang masuk kategori membahayakan. Hanya saja menurutnya, hal ini sudah ada aturan mainnya, dan pihaknya akan berkoordinasi dengan BKSDA pusat setelah mengetahui secara pasti jumlah populasi buaya di Kabupaten Tanjabtim.

Baca: VIDEO: Final Piala Dunia 2018, Duel 2 Murid Pelatih Legendaris Kroasia

“Kami juga akan berkoordinasi dengan BKSDA pusat setelah mengetahui jumlah populasi buaya di Tanjabtim,” jelasnya.

Disinggung penyebab penyerangan buaya, yang terjadi Kelurahan Teluk Dawan Kecamatan Muarasabak Barat belum lama ini, BKSDA mengaku belum mengatahui secara pasti. Apakah hal tersebut disebabkan saat ini musim kawin buaya sehingga buaya berprilaku lebih agresif. Atau dikarenakan jumlah ikan yang mulai berkurang, sehingga buaya melakukan penyerangan terhadap manusia.

“Dibilang bukan musim kawin, selain berhasil menangkap buaya sepanjang 3 meter lebih, kita juga menangkap tiga anak buaya kira-kira hanya sepanjang 30 centi meter. Tapi menurut warga di sana, ikan disana memang sudah berkurang. Makanya kita juga mengambil air sungai untuk di uji di lab,” paparnya.

Baca: Buaya Sepanjang 3 Meter yang Ditangkap Warga, Diserahkan ke BKSDA

Terpisah Usman, salah seorang warga Kelurahan Teluk Dawan, Kecamatan Muarasabak Barat, memprediksi bahwa jumlah buaya di Sungai Dendang mencapai ratusan ekor. Bahkan menurutnya jumlah buaya lebih banyak ketimbang jumlah warga Kelurahan Teluk Dawan sendiri.

“Nak buayo tu dilindungi apo tidak, yang jelas buayo di sini sudah sering makan korban. Masak iyo pemerintah lebih sayang nyawo buayo ketimbang nyawo manusio,” kata Usman.

“Buaya disini bukan satu atau dua ekor, jumlahnya ratusan, kalau dibanding jumlah warga Teluk dawan ini kalah,” jelasnya.(*)

Penulis: Zulkifli
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved