Ini Pesan yang Ingin Disampaikan Lewat Lomba Budaya Tradisonal Jambi
Bekarang sendiri di kabupaten lain juga ada namun masih banyak juga masyarakat di kabupaten lain yang tidak mengetahui berkarang itu apa.
Penulis: Abdullah Usman | Editor: Teguh Suprayitno
Laporan Wartawan Tribun Jambi Abdullah Usman
TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BULIAN - Ini pesan yang ingin disampaikan pemerintah dalam kegiatan Hari Krida Pertanian, melalui penampilan bekarang yang telah ada sedari dulu dan menjadi tradisi masyarakat lokal.
"Bekarang merupakan kegiatan tradisional turun temurun yang dilakukan masyarakat Batanghari pada dahuku kala, dengan kegiatan bekarang kita berharap generasi muda lebih mengenal tradisi masyarakat tempo dulu," Ujar Sopian Kabid Perikanan dinan perikanan dan Ketahanan pangan Batanghari kepada tribunjambi.com
Dikatakan sopian, bekarang sendiri di kabupaten lain juga ada namun masih banyak juga masyarakat di kabupaten lain yang tidak mengetahui berkarang itu apa. Melalui kegiatan inilah kita perkenalkan kembali tentang bejarang.
"Bekarang itu sebenarnya proses menangkap ikan yang sebenarnya menggunakan alat yang terbuat dari bambu dengan sebutan serkab. Namun pada lomba kali ini sengaja tidak kita gunakan alat untuk lebih seru lagi," ujarnya kepada tribunjambi.com
Untuk perlombaan bekarang ini sendiri, panitia menyediakan lebih kurang 200 Kg ikan dari berbagai ukuran dan jenis, yang disebar dan siap ditangkap. Untuk jenisnya ada ikan patin, lele, dan nila.
"Ukutannya beragam dari yang terkecil hingga paling besar dengan berat mencapai 2 Kg lebih, yang dalam perlombaan tadi yang tertangkap unkuran tertinggi 3-4 kg," ujarnya.
Dirinya berharap melalui kegiatan HKP dan penampilan lomba bekarang ini, selain sebagai hiburan juga dapat dijadikan sebagai pengetahuan bagi peserta lainnya terutama kaula muda. (usn)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/12072018_bekarang_20180712_220221.jpg)