"Cek Baru Dicairkan Pagi Itu, Tiba-tiba OTT"

Pagi itu, bagian keuangan PDAM Tirta Sakti baru saja mencairkan cek sebesar Rp 375 juta.

tribunjambi/mareza sutan aj
Sidang lanjutan kasus dugaan suap yang menyeret mantan Pjs Dirut PDAM Tirta Sakti, Agus Salim, dan oknum Kejari Sungai Penuh, Asmardi, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jambi, Senin (9/7/18). Jaksa menghadirkan lima orang saksi dari PDAM Tirta Sakti. Kasmira (paling kanan), Andila Roza (tengah) 

Laporan wartawan Tribunjambi.com, Mareza Sutan A J

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Pagi itu, bagian keuangan PDAM Tirta Sakti baru saja mencairkan cek sebesar Rp 375 juta. Staf bagian keuangan, Kasmira dan Andila Roza yang mencairkannya di Bank Jambi, Jumat (29/12/17).

Kemudian keduanya membawa uang tersebut ke kantor PDAM Tirta Sakti.

"Pagi itu uang cair dalam bentuk cek. Yang mencairkan ibu Andila Roza sama saya, sekitar jam 10, di bank 9 Jambi," terang Kasmira di persidangan, Senin (9/7/18).

Baca: Saksi Kasus Suap PDAM Tirta Sakti Dikumpulkan Pjs Dirut Sebelum OTT, Ditanya Soal Bayaran Proyek

Baca: Saksi Kasus Suap PDAM Tirta Sakti Seret Nama Kasi di Kejari Sungai Penuh, Sebut Minta Rp 400 Juta

Andila Roza, saksi lain membenarkan hal tersebut. Dia bilang, dari jumlah Rp 375 juta itu, Rp 350 juta diserahkannya pada Pjs Dirut PDAM Tirta Sakti, Agus Salim, dan sisanya sebesar Rp 25 juta dimasukkan dalam tas.

"Waktu itu Pak Dirut masuk ke bagian keuangan. 'Dil, mana uangnya?' kata dia. Saya bilang, bentar, Pak. Saya bikin tanda terimanya dulu. Lalu saya bikin tanda terimanya," terangnya.

Polres Kerinci kemudian melakukan aksi tangkap tangan.

Untuk diketahui, kasus ini menjerat mantan Pjs Dirut PDAM Tirta Sakti, Agus Salim, dan oknum Kejari Sungai Penuh, Asmardi.

Sebagai informasi, kasus ini berawal dari tangkap tangan yang dilakukan anggota Polres Kerinci. Dari tangkapan tersebut, polisi menyita barang bukti uang sebesar Rp 350 juta.

Uang tersebut diduga akan diberikan, terkait beberapa proyek PDAM yang tengah ditangani oleh Kejari Sungaipenuh.

Satu di antaranya adalah proyek pemasangan sambungan PDAD untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Kabupaten Kerinci. (cre)

Penulis: Mareza
Editor: nani
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved