Mulai Semi Final Piala Dunia 2018, Ada 'Pemutihan' Untuk Penerima Kartu Kuning

Ada peraturan baru saat semi final Piala Dunia 2018, dimana ada 'penebusan dosa' bagi para pemain yang mendapat kartu kuning.

Mulai Semi Final Piala Dunia 2018, Ada 'Pemutihan' Untuk Penerima Kartu Kuning
Kartu Kuning 

TRIBUNJAMBI.COM - Ada peraturan baru saat semi final Piala Dunia 2018, dimana ada 'penebusan dosa' bagi para pemain yang mendapat kartu kuning.

Para pendukung sering merasa khawatir salah satu pemain andalan mereka absen karena kartu kuning saat Piala Dunia 2018 mendekati fase akhir seperti sekarang ini.

Baca: Pelatih Barcelona ini Jadi Kandidat Kuat Pelatih Spanyol Kedepannya

Kasus absennya Michael Ballack di final Piala Dunia 2002 karena akumulasi kartu kuning masih membekas bagi para pendukung timnas Jerman.

Timnas Jerman kalah 0-2 dari timnas Brasil di babak final Piala Dunia 2002 karena Ballack tak bisa bermain.

Namun Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) memiliki peraturan yang berbeda sekarang.

Usai perempat final Piala Dunia 2010, akan ada pemutihan kartu kuning pada babak semifinal.

Baca: Wow! Bjorn Kuipers, Satu-satunya Wasit Piala Dunia yang Mampu Sponsori Pebalap F1!

Hal ini membuat pemain yang telah mengoleksi dua kartu kuning hingga semifinal masih bisa tampil pada babak final.

Hanya kartu merah yang bisa membuat para pemain absen pada babak final.

Tak ada lagi pemain yang absen di partai final Piala Dunia karen akumulasi kartu kuning.

Hukuman akumulasi hanya berlaku sampai babak semifinal.

Jika ada pemain yang telah mengoleksi dua kartu kuning hingga babak perempat final, ia masih harus absen pada babak semifinal.

Baca: 5 Pemain Sepak Bola ini Memutuskan untuk Pensiun Setelah Gelaran Piala Dunia 2018

IKUTI KAMI DI INSTAGRAM:

Kasus ini terjadi pada bek kanan timnas Belgia, Thomas Meunier, yang menerima kartu kuning kedua saat melawan timnas Brasil di babak perempat final Piala Dunia 2018.

Meunier akan absen pada laga semifinal menghadapi timnas Prancis.

Setelah semifinal, baru hukuman kartu kuning ini dihilangkan.

FIFA memilih untuk menerapkan aturan ini agar para finalis bisa menampilkan tim terbaik mereka.

Editor: ekoprasetyo
Sumber: BolaSport.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved