Breaking News:

Divonis 10 Tahun, Bupati Cantik Rita Berusaha Tahan Tangis, Peluk Perempuan Ini dengan Erat

Rita adalah terdakwa penerima gratifikasi dan suap di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Terdakwa kasus suap pemberian izin lokasi perkebunan di Kutai Kartanegara Rita Widyasari menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (25/6/2018). Bupati nonaktif Kutai Kartanegara tersebut dituntut hukuman 15 tahun penjara dan denda Rp 750 juta subsider 6 bulan kurungan karena terbukti menerima gratifikasi dari sejumlah proyek di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, sebesar Rp 469,96 miliar. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Gita Irawan

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Bupati nonaktif Kutai Kartanegara (Kukar) Rita Widyasari melipat beberapa lembar tisu di bangku pengunjung sebelum duduk di kursi terdakwa dalam sidang putusan di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat pada Jumat (6/7/2018).

Rita adalah terdakwa penerima gratifikasi dan suap di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Ketika bersalaman dengan Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU KPK), Rita tampak tegar usai mendengar putusan majelis hakim yang memvonisnya 10 tahun penjara dengan denda Rp 600 juta subsider 3 bulan kurungan.

Namun mata Rita terlihat berkaca-kaca dengan wajah merona sambil menggenggam tisu tersebut usai berpelukan erat dengan salah seorang pengacaranya yang perempuan.

Ketika ditanya tanggapannya terkait putusan hakim, Rita irit komentar. Ia hanya meminta untuk mendoakannya.

"Doakan aja biar kuat, gitu aja," kata Rita di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Jumat (6/7/2018).

Pengunjung sidang yang kebanyakan kerabat Rita tak kuasa menahan air matanya ketika putusan dibacakan.

Beberapa perempuan terlihat menangis sambil mengusap air matanya dengan tisu.

Sementara ibunda Rita, Dayang Kartini yang menemani Rita sejak sebelum sidang dimulai hanya mengerutkan kening sebelum keluarganya membawanya ke luar ruang sidang.

Halaman
1234
Editor: Nani Rachmaini
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved