'Hubungan' Raden Mas Margono Djojohadikusumo dan BNI, Peristiwa Itu Terjadi 72 Tahun Lalu

Soekarno-Mohammad Hatta kemudian memberikan mandat kepada Margono untuk membuat dan mengerjakan persiapan ...

'Hubungan' Raden Mas Margono Djojohadikusumo dan BNI, Peristiwa Itu Terjadi 72 Tahun Lalu
wikipedia
Margono Djojohadikusomo (duduk kanan), dan cucu-cucunya: Hashim Djojohadikusumo (duduk tengah), Siti Katoemi Wirodihardjo (duduk kiri), Prabowo Subianto (kanan atas) dan kedua saudari Prabowo pada tahun 1963 di Kuala Lumpur 

TRIBUNJAMBI.COM - Tahukah Anda peristiwa yang terjadi pada 72 tahun lalu, tepatnya 5 Juli 1946? Itu merupakan hari pendirian bank komersial tertua dalam sejarah Republik Indonesia.

Pada tanggal itu, Bank Negara Indonesia atau populer dengan sebutan BNI didirikan. Maka tak heran, orang-orang generasi lama menyebutnya dengan sebutan BNI '46.

Perlu diketahui, BNI merupakan bank milik pemerintah, dalam bentuk BUMN. Disebutkan di wikipedia, saat ini BNI mempunyai 914 kantor cabang di Indonesia dan 5 di luar negeri. BNI juga mempunyai unit perbankan syariah, Namun sejak 2010 telah spin off (Memisahkan diri), yang dinamakan BNI Syariah

Mari kita merunut pendirian BNI ini.

PT Bank Negara Indonesia Tbk didirikan Margono Djojohadikusumo, yang merupakan satu dari anggota BPUPKI, lalu mendirikan bank sirkulasi/sentral yang bertanggung jawab menerbitkan dan mengelola mata uang RI. Tokoh ini merupakan ayah dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikusumo.

Margono merupakan seorang pionir dan berhasil menanamkan nilai-nilai dan cara pandang bisnis perbankan di Indonesia, menggantikan peranan De Javasche Bank pada era penjajahan.

Saat itu, Bank Negara Indonesia didirikan dan dipersiapkan menjadi Bank Sirkulasi atau Bank Sentral. Artinya, bank ini yang bertanggung jawab menerbitkan dan mengelola mata uang RI.

Nah, baru beberapa bulan setelah pendiriannya, Bank Negara Indonesia mulai mengedarkan alat pembayaran resmi pertama - Oeang Republik Indonesia atau ORI.

Menjadi catatan juga, pengusul pembentukan sebuah Bank Sentral atau Bank Sirkulasi, serta sekaligus juga adalah sebagai pendiri dan Direktur Utama Bank Negara Indonesia yang pertama adalah Raden Mas Margono Djojohadikusumo.

Baca: Mbah Mijan Temukan Kejanggalan Ini Pada Kasus Hilangnya Nining Sunarsih di Laut

Baca: Legenda Swedia Sebut Timnas Inggris Anak Manja, Ini Alasannya

Baca: Selain Untuk Mematikan, Ini Fungsi Lain Tombol Power pada Ponsel

Pada 1955, Peran Bank Negara Indonesia beralih menjadi bank pembangunan dan kemudian mendapat hak untuk bertindak sebagai bank devisa. Sejalan dengan penambahan modal pada tahun 1955, status Bank Negara Indonesia beralih menjadi bank umum dengan penetapan secara yuridis melalui Undang-Undang Darurat Nomor 2/ 1955.

Halaman
12
Penulis: duanto
Editor: duanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved